Sutiyo: Semua Sudah Cukup Bukti

Kuasa hukum termohon, Iptu Sutiyo SH. Mhum, AKP Indro Susetiyo SH dan dua kuasa hukum lain dalam sidang praperadilan.

Lanjutan Sidang Praperadilan
MALANG - Sidang lanjutan praperadilan terhadap Polres Malang, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, kemarin. Dalam sidang yang dipimpim hakim tunggal, Arief Karyadi SH MH, adalah pembacaan jawaban dari kuasa hukum termohon. Isi jawaban termohon, mengatakan bahwa seluruh dalil permohonan pemohon ditolak.
Iptu Sutiyo, SH, Mhum, salah satu kuasa hukum termohon menyampaikan bahwa proses penyidikan terhadap dua tersangka pencuri tebu yaitu Sahir dan Khoirul Anam, sudah sesuai prosedur undang-undang. Penyidik juga melakukan proses penyidikan sudah berdasarkan dua alat bukti yang cukup.
"Apa yang kami lakukan sudah cukup bukti dan sesuai prosedur. Termasuk kami melakukan penyidikan juga berdasarkan dua alat bukti yang cukup. Sehingga tidak ada masalah dengan proses penyidikan yang kami lakukan," ujar Sutiyo.
Ia mengatakan, kasus pencurian tebu dengan dua tersangka Sahir dan Khoirul Anam, warga Desa Majang Tengah, Dampit, sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen, sejak 7 Juli 2015 dengan nomor : B-1234/0.5.43.3/Ep.2/07/2015. Sehingga dengan adanya gugatan praperadilan, maka praperadilan tersebut sudah tidak relevan karena sudah bukan lagi menjadi tahapan proses penyidikan kepolisian.
Sutiyo juga menambahkan, bahwa proses penangkapan tersangka bedasarkan surat tugas Nomor ; Sp-Gas/445.A/VI/2015/Reskrim. Termasuk  penahanan tersangka juga sesuai dengan surat penahanan, sehingga tidak lagi ada kesalahan dan sesuai dengan prosedur.
"Penyidik mempunyai kewenangan yang diberikan undang-undang melakukan penyidikan adanya dugaan suatu tindak pidana. Termasuk memiliki kewenangan untuk melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan dan penyitaan. Semuanya itu sudah sesuai prosedur dan undang-undang," paparnya.
Sidang dilanjutkan pada Senin (13/7) nanti, dengan agenda pembuktian dan meminta keterangan saksi-saksi. Kemudian pada Rabu (15/7) adalah sidang putusan. Karena jadwal sidang praperadilan hanya selama tujuh hari.
Diberitakan sebelumnya, dua warga Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, yaitu Sahir, 46 tahun dan Khoirul Anam, 40 tahun, yang ditangkap dan ditahan Polres Malang karena pencurian tebu setelah dilaporkan PT Margosuko, pertengahan Juni 2015. Ternyata kasus tersebut berbuntut panjang. Kuasa hukum kedua tersangka yang tidak terima dengan penangkapan serta penahanan, menggugat Polres Malang melalui prapredilan di Pengadilan Negeri (PN) Malang.
Kamis (9/7) lalu, merupakan sidang pertama praperadilan. Sidang dipimpin oleh majelis hakim tunggal Arief Karyadi, SH.MH, dengan dihadiri kuasa hukum pemohon dan termohon. Dari kuasa hukum pemohon adalah Sumardhan, SH bersama beberapa advokad lainnya. Sedangkan dari termohon Polres Malang, kuasa hukumnya Iptu Sutiyo, SH, Mhum, AKP Indro Susetiyo serta tiga advokad dari Polda Jatim. (agp/feb)