Lima Tertangkap, Tiga Kabur

Para pelaku blandong kayu yang diamankan serta barang bukti truk yang digunakan memuat kayu.

Blandong Ngajum
MALANG - Petugas Reskrim Polsek Ngajum dini hari kemarin, berhasil menggagalkan usaha pencurian kayu hutan. Dari delapan blandong kayu, lima orang berhasil diamankan. Sedangkan tiga lainnya melarikan diri.
Kelima tersangka yang ditangkap adalah, Feldriawan, 28 tahun, warga Dusun/Desa Maguan, Ngajum. Edi Suratno, 33 tahun, warga Dusun Jatisari, Desa/Kecamatan Ngajum. Kartono, 38 tahun, Paito, 52 tahun serta Erik Suprapto, 28 tahun, warga Dusun Umbulrejo, Desa Balesari, Ngajum.
Sedangkan tiga pelaku yang kabur, identitasnya diketahui bernama Agus, Muji serta Sugiono.
"Pelaku yang kabur, terus kami buru. Anggota sedang di lapangan untuk mengejarnya. Yang jelas identitas ketiganya sudah kami kantongi," ujar Kapolsek Ngajum, AKP Gianto.
Penangkapan kelima blandong kayu ini, berawal dari petugas Polsek Ngajum bersama Polisi Hutan RPH Gendogo, melakukan patroli di wilayah hutan petak 157 B Dusun Umbulrejo, Desa Balesari, Ngajum, Rabu (8/7) malam sekitar pukul 21.00. Saat patroli itu, petugas melihat ada enam orang sedang menebang pohon jenis sonokeling.
Saat melihat pencurian tersebut, petugas tidak langsung melakukan penangkapan. Petugas memilih untuk menyanggong. Baru Kamis (9/7) dini hari, petugas melihat pelaku Feldriawan turun dari truk N 9435 UF lalu masuk ke dalam hutan, di lingkungan Winong, Dusun Umbulrejo, Desa Balesari, Ngajum. Saat itulah petugas lalu menangkapnya.
"Ketika kami mintai keterangan, dia mengatakan memang ada pencurian kayu hutan," tutur Gianto. Dari pengakuan itu polisi lalu mengembangkan dan menangkap Edi Suratno, sopir truk dan penumpangnya Karnoto.
Ketika dilakukan penggeledahan, bak truk ditemukan tujuh gelondong kayu jenis sonokeling. Saat ditanya surat-suratnya, mereka tidak bisa menunjukkan. Selanjutnya bersama barang bukti, mereka dibawa ke Mapolsek Ngajum.
Dari penangkapan ketiganya, lalu dikembangkan lagi dan berhasil menangkap Paito serta Erik Suprapto. Sedangkan tiga lainnya berhasil melarikan diri.
"Mereka ini kami jerat dengan Pasal 82 ayat 1 huruf b dan c, jo pasal 83 ayat 1 huruf a dan b Undang-undang Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Kuat dugaan mereka tidak hanya sekali melakukan pencurian," paparnya. (agp/feb)