Kades Tawangargo Nonaktif di Tuntut Tiga Tahun Penjara

MALANG - Kasus dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Tawangargo, Karangploso nonaktif, Ferri Misbahul Hakim sudah masuk tahap tuntutan. Ferri dituntut hukuman kurungan penjara selama 3 tahun. Berdasarkan analisa Jaksa Penuntut Umum di persidangan, ia terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi.
Pernyataan ini, disampaikan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Nageri Kepanjen Yunianto, kemarin. "Kades Tawangargo, Ferri dituntut 3 tahun hukuman penjara. Sidang tuntutannya Jumat lalu. Jumat kemarin (10/7) agendanya pledoi (pembelaan) dari terdakwa. Untuk sidang putusannya nanti pada 31 Juli," jelas Yunianto.
Tuntutan 3 tahun hukuman penjara tersebut, menurut Yunianto, karena Ferri terbukti bersalah.  Ia terbukti memakai dana hibah untuk Pokmas senilai sekitar Rp 260 juta. "Pembelaan yang dilakukan terdakwa itu, menjadi hak terdakwa. Namun hasil pemeriksaan persidangan ia memang terbukti," ujarnya.
Sekadar diketahui, Kades Tawangargo, Ferri sebelumnya dilaporkan bendahara kelompok masyarakat (Pokmas) Rejeki Mulyo – Tawangargo, Liami dan Supadi, serta Ketua Pokmas Mulyo Agung Tawangargo, Sugeng Toyib. Ferri dilaporkan atas tuduhan dugaan pemakaian dana hibah untuk Pokmas sekitar Rp 260 juta.
Kasus dugaan korupsi ini, cukup mencoreng warga Desa Tawangargo. Bahkan warga yang tidak mau dipimpin oleh Kades korupsi, menuntut dengan beberapa kali melakukan aksi demo. Sedangkan pemeriksaan kasusnya, sempat berjalan molor karena Ferri tidak kooperatif.
Ferri sempat membantah tuduhan melakukan korupsi dana hibah tersebut. Bahkan, sejak dijadikan tersangka, Ferri sempat kabur dan menghilang. Ia akhirnya tertangkap sesaat setelah menemui istrinya di rumah makan Bojana Puri Kepanjen, hingga kemudian dilakukan penahanan di Polres Malang.
Sementara itu, Kasus dugaan korupsi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) senilai lebih dari Rp 500 juta yang dilakukan Agung Aji Permana, honorer UPTD Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Malang ini, juga sudah masuk persidangan. Agenda sidangnya masih proses pemeriksaan saksi-saksi.
“Untuk terdakwa Agung, sidangnya setiap hari Selasa. Agendanya masih pemeriksaan saksi-saksi. Setelah pemeriksaan saksi, nantinya baru masuk ke tuntutan JPU,” tambah Yunianto.(agp/aim)