Gerebek Home Industri Petasan di Wajak

MALANG – Tim gabungan Reskrim dan Intel Polres Malang, Sabtu malam lalu menggrebek sebuah rumah di Dusun Pakem, Desa/Kecamatan Wajak, yang dijadikan usaha pembuatan petasan. Dari penggrebekan itu, polisi berhasil mengamankan ribuan petasan yang sudah siap diledakkan. Termasuk bahan pembuatan petasan seberat 1,5 kilogram.
Selain itu, polisi juga mengamankan tiga orang. Dari tiga orang tersebut, dua diantaranya dijadikan sebagai tersangka. Sedangkan seorang lagi hanya sebagai saksi. Kedua tersangka tersebut, adalah Gito, 59 tahun serta Mualik, 40 tahun.. Keduanya ini bertetangga.
“Kedua tersangka kami jerat dengan Undang-undang Nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dengan ancaman hukuman 20 tahun kurungan penjara,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Menurut Wahyu, total barang bukti petasan yang diamankan sudah siap jadi ada tiga ribu butir. Setiap biji petasan ukurannya 9 sentimeteer dengan diameter 4 sentimeter. Selain itu juga mengamankan petasan rentengan yang panjangnya sampai 30 sentimeter. Pengakuannya, petasan itu akan diledakkan saat malam takbiran.
“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, pembuatan petasan itu biayanya dari urunan warga. Kemudian setelah dibelikan bahan, tersangka Gito bertugas untuk membuatnya. Namun dalam pemeriksaan, tersangka tidak mengakuinya,” tutur Wahyu.
Penggrebekan home industry petasan ini, berangkat dari informasi masyarakat bahwa Gito membuat petasan. Berdasarkan informasi itu, polisi lalu melakukan penyelidikan. Begitu benar adanya, polisi langsung menggrebek.
“Saat kami datang menggrebek, kedua tersangka ini sedang memproduksi petasan. Mereka membuatnya di sebuah kandang sapi. Tadi pagi (kemarin, red) kami juga melakukan penggeledahan dan penyisiran, juga ditemukan beberapa bahan peledak,” jelasnya.
Sementara itu, Gito mengatakan dia memproduksi petasan tidak untuk dijual. Petasan tersebut dipakai sendiri dan akan diledakkan saat malam takbiran nanti. Bahannya diakui membeli dari seseorang yang melintas.
“Setiap hari kadang saya bisa membuat sampai 50 biji petasan. Saya mulai membuat petasan sejak awal puasa lalu. Saya bisa membuat petasan, karena dulu pernah melihat orang membuat petasan sehngga tahu caranya,” papar Gito. Sedangkan Mualik, mengatakan hanya membantu saja.(agp/aim)