Sales Kue Lebaran Jualan Narkoba

MALANG – Dua sales kue lebaran di Kota Malang tertangkap lantaran terlibat jaringan narkoba jenis ganja dan sabu-sabu. Keduanya Boby Suhardianto (BS), 33 tahun warga Jalan Bromo, Kota Malang dan Anton Setiabudi (AS), 36 tahun, warga Samaan, Kota Malang. Dua orang ini, jadi kunci utama pengungkapan jaringan 410 gram ganja dan sabu-sabu seberat 3 gram.
Terungkapnya jaringan narkoba ini, berasal dari penangkapan yang dilakukan anggota Satuan Reskoba Polres Malang Kota pada akhir Juni lalu. Total ada lima tersangka selain Boby dan Anton. Tiga lainnya yakni Jimi Krisyanto (JK), 28 tahun tak lain adik dari Boby Suhardianto. Lantas Sofian Zakaria (SZ),  48 tahun, warga Jalan Mulyorejo, Sukun, dan Krisye Yulian (KY), 35 tahun, warga Jalan Prof M Yamin.
Informasi yang berhasil dihimpun, terungkapnya jaringan peredaran narkoba ini berawal dari penangkapan tersangka Jimi di Jalan Pulosari Jumat (26/6) lalu. Saat itu, Jimi ditangkap karena kedapatan membawa narkoba jenis ganja.
“Sebelumnya sudah informasi jika JK (Jimi) merupakan pengedar narkoba jenis ganja. Dan malam itu dikuatkan dengan barang bukti ganja, yang diletakkan dalam kaleng rokok,’’ kata Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni.
Dalam pemeriksaan, Jimi mengaku jika ganja seberat 50 gram tersebut milik kakaknya, yaitu Boby. Mendapat informasi tersebut, petugas langsung bergerak, dengan menangkap Boby.
“Tersangka BS (Boby) ditangkap satu jam setelah JK (Jimi). Dia ditangkap di rumahnya, di Jalan Bromo,’’ imbuh Nunung.
Dari tangan  sales makanan ringan dan kue lebaran ini, petugas juga menemukan barang  berupa ganja seberat 10 gram. Penangkapan pun berlanjut kepada Anton. Pria yang juga bekerja sebagai sales makanan ringan dan kue lebaran ini ditangkap di rumahnya Senin (27/6) dinihari lalu.
Dari tangan Anton, petugas menemukan barang bukti ganja seberat 20 gram.
“AS (Anton) dicatut namanya oleh BS (Boby), sebagai penyuplai ganja,’’ tambahnya.
Dari Anton, petugas melanjutkan dengan menangkap Sofian, yang menjadi penyuplai barang haram tersebut. Sama seperti Boby dan Anton, Sofian ditangkap petugas di rumahnya. Dari tangannya petugas juga mengamankan barang bukti ganja seberat 30 gram.  
Tidak seperti tiga tersangka lain yang telah diamankan, Anton justru berbelit saat ditanya asal muasal barang. Dia enggan menyebutkan nama orang  yang menyuplai ganja kepadanya.
Sebaliknya, kepada petugas Anton menyebut nama Krisye. Nama Krisye dicatut karena membeli narkoba jenis sabu-sabu. Petugas pun tidak tinggal diam. Saat itu juga petugas menangkap Krisye di rumahnya.
“Dari tangan KY (Krisye), ditemukan barang bukti sabu-sabu 3 gram dan ganja 300 gram. Baik sabu-sabu dan ganja itu diperoleh KY (Krisye) dari SZ (Sofian),’’ urai perwira debngan tiga balok di pundak ini.
Sementara itu Nunung juga menyebutkan, dari lima tersangka yang diamankan, tiga diantaranya merupakan residivis. Yakni Anton, Sofian, dan Krisye. “Anton pernah ditangkap tahun 2004 lalu, dia ditahan selama 2,5 tahun. Sedangkan Sofyan ditangkap tahun 2011 lalu, dia ditahan selama 3 tahun penjara, sedangkan Krisye ditangkap tahun 2010 lalu, dia ditahan selama 2,5 tahun,’’ terangnya.
Terkait dengan perkara ini, Jimi dikenakan pasal 111 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 4-12 tahun penjara, sementara tiga lainnya Boby, Anton dan Sofian dikenakan pasal 111 dan atau 114 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 4-20 tahun penjara. Sedangkan Krisye oleh petugas dikenakan pasal 111 dan atau 112 dengan ancaman hukuman 4-12 tahun penjara.
Dia menyebutkan, jika kasus ini belum tuntas 100 persen. Itu karena pelaku utama yaitu pemasok narkoba belum terungkap. “Sekarang masih dalam pengejaran. Doakan saja, dia cepa tertangkap,’’ tandasnya.(ira/ary)