Ditinggal Silaturahim, Rumah Nyaris Terbakar

MALANG – Rumah Yudi Subagyo, 35 tahun, di Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, siang kemarin nyaris ludes terbakar. Api dengan cepat membesar dan membakar bagian ruangan yang dijadikan tempat salat. Beruntung, kejadian tersebut segera diketahui warga sekitar, sehingga api bisa cepat dipadamkan.
Dugaan sementara, kebakaran tersebut karena konsleting listrik di saluran lemari es. Akibat kejadian tersebut, kerugian yang dialami oleh korban sekitar Rp 25 juta. Sementara kasus kebakaran itu langsung ditangani petugas Polsek Wagir.
“Selain dua lemari es (kulkas) yang terbakar, juga ada kompresor, dua lemari pakaian serta ruangan yang ikut terbakar,” ujar Yudi Subagyo.
Diperoleh keterangan, saat terbakar rumah dalam kondisi kosong. Yudi bersama istrinya pergi ke rumah orangtuanya di Desa Wadung, Pakisaji, sejak pukul 09.30. Saat ditinggal stop kontak yang menghubung ke lemari es tidak dilepas. Stop kontak tersebut terus menancap tidak pernah dilepas.
Selang beberapa jam, ketika ditinggal pergi inilah, kemungkinan terjadi konsleting listrik. Percikan api dari stop kontak tersebut, menyambar ke lemari pakaian yang dekat dengan stop kontak, hingga terjadi kebakaran.
Kebakaran tersebut diketahui oleh warga sekitar pukul 12.30. Saat itu Samain, 49 tahun, tetangganya curiga dengan kepulan asap yang keluar dari rumah korban. Yakin kalau rumah Yudi terbakar, bersama warga lainnya Samain lantas mendobrak pintu depan dan samping.
Warga berbondong-bondong memadamkan api dengan air seadanya. Sedangkan sebagian warga lainnya, mengeluarkan barang-barang berharga korban. Sekitar pukul 13.00, api akhirnya berhasil dipadamkan. Kejadian kebakaran itu, lantas dilaporkan ke petugas Polsek Wagir.
“Saya mengetahui ada asap keluar dari rumah Yudi ini, ketika selesai salat Dzuhur. Saat itu melihat ada kepulan asap tebal. Karena yakin kalau rumah terbakar, akhirnya memberitahukan pada warga lainnya,” tutur Samain.(agp/aim)