Angka Kecelakaan Berhasil Ditekan

MALANG – Upaya Polres  Malang Kota menekan angka kecelakaan saat musim lebaran betul-betul membuahkan hasil. Terbukti, selama H-2 hingga H+2 lebaran, tercatat hanya satu kecelakaan terjadi di wilayah Kota Malang, yaitu di Jalan LA Sucipto. Kecelakaan tersebut terjadi  Kamis (16/7) pukul 16.00, melibatkan sepeda motor Honda Vario nopol N 3145 GX dengan pejalan kaki.
“Tidak ada korban jiwa, baik pejalan kaki atas nama Munawir, 64 tahun, warga Jalan A Yani Gg Ksatrian maupun pengendara motor Honda Vario N 3145 GX atas nama Dito Mugi B, 24 tahun, warga Jalan Kapiworo, Pakis sama-sama mengalami luka ringan,’’ kata Kanit Laka Polres Malang Kota Ipda Budi Yunaedi.
Dia menyebutkan, Munawir mengalami luka memar di kepala dan tangan kanan, sedangkan Dito mengalami  luka lecet di kaki dan tangan kanannya. Junaedi begitu Kanit Laka Polres Malang Kota ini akrab dipanggil menyebutkan, dibandingkan tahun sebelumnya memang terjadi peningkatan. Karena di tanggal yang sama tahun 2014 lalu, tidak ada kecelakaan terjadi di Polres Malang Kota.
“Tahun lalu H-2 hingga H+2 lebaran nihil peristiwa laka lantas. Sementara tahun ini ada 1 kecelakaan,’’ katanya.
Minimnya peristiwa kecelakaan lalulintas, dikatakan pria dengan satu balok di pundak ini tak lain  karena kesadaran berlalulintas masyarakat terus meningkat. Sejauh ini, Junaedi menyebutkan, pihak Satlantas Polres Malang Kota terus menggembar-gemborkan program pelopor keselamatan berlalulintas. Tidak sekadar mensosialisasikan program dengan memasang spanduk atau menyebarkan brosur berisi himbauan berlalulintas yang baiki, tapi juga menyebarkan informasi dan himbauan lalulintas melalui media sosial.
“Himbauan-himbauan berlalulintas yang tertib dan mengutamakan keselamatan terus kami sebarkan melalui media sosial, baik melalui Facebook, Twitter atau Broadcast BBM. Ini juga menjadi salah satu upaya kami untuk menekan laka lantas,’’ urainya, yang menyebutkan himbauan ketertiban lalulintas dikirim melakukan Makota Command Centre (MCC) Polres Malang Kota..
Selain itu, Junaedi juga tidak menampik jika, kepadatan arus sepanjang musim lebaran mempengaruhi kejadian kecelakaan lalulintas. Kondisi arus yang padat menurutnya, meminimalisir pengemudi yang untuk ugal-ugalan di jalan raya.
“Sebelumnya, juga ada operasi gabungan yang didigelar BNN Kota Malang, bersama Polres Malang Kota dan Dishub Kota Malang, di Terminal Arjosari. Dimana operasi ini sasarannya, selain kelayakan kendaraan, juga pengendara yang melakukan tes urine,’’ tambahnya.
Jumlah yang sangat minim ini diharapkan Junaedi tidak hanya terjadi selama musim, lebaran saja, tapi hari-hari setelahnya. “Kami berharap, masyarakat atau pengendara tidak sekadar sadar dan tertib berlalulintas saat lebaran saja, tapi setelah lebaran juga wajib tertib, baik ada petugas maupun tidak ada petugas pengendara wajib memegang teguh pelopor keselamatan berlalulintas,’’ tandasnya.(ira/nug)