Polisi-Pemuka Agama Sikapi Kerusuhan di Papua

MALANG - Polres Malang Kota dan para pemuka agama langsung mensikapi kerusuhan bernuansa sara yang terjadi di Tolikara, Papua, Jumat (17/7) lalu. Sabtu (18/7), Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata dan para tokoh Kristen Jawa Timur menggelar pertemuan lalu jumpa pers.
Tokoh-tokoh Kristen Jawa Timur itu juga membuat pernyataan sikap tertulis. Diantaranya Ketua Umum Bamag LKK Indonesia, Agus Susanto, Bamag Malang, Pdt Em Andreas Agus Susanto, Sekum Bamag LKK Indonesia, Pdt Simon Harsoyo.
Selain itu, Pdt L.R. Johanes Harjono dari Presidium Kristen  FKAUB Malang, Pdt Joni Lumintang, Pdt Daniel Hari Santoso, Pdt Totok Sugiarto, Pnt. Royke Paoki, Pdt Yulis AS,  Pdt Dr Stefanus Hadi Prayitno, MTh, M.Pdk.
Sebelum bertemu Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata, para tokoh Kristen itu menggelar pertemuan KH Hasyim Muzadi di Ponpes Al Hikam. KH Hasyim Muzadi merupakan mantan ketua PBNU dan juga kini sebagai Presiden Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian (World Conference on Religion and Peace).
“Kami menemui Pak KH Hasyim Muzadi di Ponpes Al Hikam, jam 05.30 WIB pada Sabtu 18 Juli. Kami menyampaikan kepada beliau tentang duduk persoalan yang terjadi,” jelas Pdt Dr Stefanus Hadi Prayitno, MTh, M.Pdk.
Dalam pernyataan sikapnya, Forum Bersama Tokoh Kristen Jawa Timur ini menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi di Tolikara, Papua itu bukanlah kelaziman yang dilakukan oleh umat Kristen.
“Kami mendukung penegak hukum untuk mengusut dan menindak para pelaku anarkis sesuai dengan hukum yang berlaku,” tandas Pdt Dr Stefanus Hadi  Prayitno, MTh, M.Pdk saat membaca pernyataan sikap.
“Menghimbau para tokoh agama Kristen agar berkoordinasi dengan aparat dan lembaga terkait seperti pemkot, polres, korem, kodim, FKUB dan tokoh agama serta tokoh masyarakat di daerahnya masing-masing untuk memperkokoh kerukunan umat beragama,” paparnya.
Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya agar konflik yang terjadi di Tolikara,  Papua tidak terjadi di Kota Malang.
“Selama ini di Kota Malang aman dan kondusif. Karena itu tidak berdampak di Kota Malang. Kami tegaskan dan mengajak agar kerukunan antar umat beragama yang sudah terjalin dengan baik ini tetap terjaga,” katanya.
Singgamata mengajak agar semua pihak antisipasi dan mencegah agar persoalan yang terjadi di Papua itu tidak dimanfaatkan oleh pihak ketiga. Pihaknya juga langsung meningkatkan pengamanan tempat ibadah di Kota Malang. (van)