Gelapkan Mobil Sewaan, Latifah Ditahan

Tersangka Latifah  di tahanan Mapolres Malang.

MALANG– Maunya ingin menolong teman, namun Latifah, 40 tahun, justru kesandung batu. Warga Jalan Sunan Giri, Desa Sumberjaya, Kecamatan Gondanglegi ini, sejak Selasa (21/7) lalu harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Ibu rumah tangga ini, ditahan karena dilaporkan dengan tuduhan penipuan dan penggelapan.
Korbannya adalah Zuhrotul Masudah, 40 tahun, warga Jalan Mojosari, Desa Ngadilangkung, Kepanjen. Mobil Toyota Avanza N 1443 BA, warna merah metalik miliknya digadaikan oleh Latifah, setelah mobil tersebut disewa.
“Tersangka kami tangkap di rumahnya, setelah sebelumnya mendapat laporan dari korban. Barang bukti yang kami amankan adalah KK, KTP serta sepeda motor Suzuki Nex milik tersangka yang dijadikan sebagai jaminan,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Aksi penipuan dan penggelapan yang dilakukan Latifah ini, terjadi pada 4 Juli 2015 lalu. Siang itu sekitar pukul 14.00, Latifah bersama seorang temannya bernama Heri mendatangi rumah korban. Tujuan mereka untuk menyewa mobil Toyota Avanza selama dua hari. Agar korban percaya, Latifah memberi jaminan KTP, KK serta sepeda motor Suzuki Nex nopol N 3350 IW miliknya.
Namun sampai batas waktu sewa habis, ternyata mobil tidak kunjung dikembalikan. Korban lalu menghubungi serta menanyakannya pada tersangka, dan dijawab kalau mobil dibawa temannya bernama Heri. Sampai Kamis (16/7) ternyata mobil tidak kunjung dikembalikan. Tersangka yang dihubungi, mengatakan kalau mobil disewakan kepada seseorang di Blitar. Lantaran tidak terima dan merasa telah dirugikan, akhirnya korban melaporkannya ke Polres Malang.
Berdasarkan laporan itulah, polisi lalu melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Setelah proses penyelidikan lengkap, barulah polisi menangkap Latifah.
Dalam pemeriksaan, Latifah mengatakan mobil Avanza milik korban tersebut, digadaikan untuk mengganti mobil Avanza milik warga Sukonolo, Bululawang, yang sudah digadaikan sebelumnya.
“Yang menggadaikan mobil Heri, bukan saya. Heri itu teman saya asal Sidoarjo, yang tinggal di Desa Ketawang, Gondanglegi. Mobil digadaikan Rp 15 juta, alasannya untuk menyelesaikan pekerjaan. Saya sama sekali tidak mendapatkan bagian,” ungkap tersangka. (agp/udi)