Takut dipukuli, Siswa SMP Jadi 'ATM'

MALANG – Seorang karyawan sebuah Distro di Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, berinisial ATJ, 17 tahun, Kamis lalu harus berurusan dengan petugas Polres Malang. Warga Jalan Kenikir, Kelurahan Bumiayu, Kedungkandang tersebut, diamankan karena melakukan pemerasan.
Korbannya adalah TCA, 13 tahun, pelajar SMP warga Dusun Demang Jaya, Desa Krebet Senggrong, Bululawang. TCA diperas uang senilai Rp 8 juta. Namun setelah semalam diamankan di Polres Malang, siang kemarin ATJ dipulangkan. Keluarga korban menarik laporan, karena kasusnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Perkaranya tidak kami lanjutkan. Sebab kedua orangtua korban dan pelaku sepakat berdamai dan menyelesaikan kasusnya secara kekeluargaan. Keluarga pelaku sudah mengembalikan uang diminta oleh pelaku. Sedangkan pelaku juga sudah membuat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Informasi yang diperoleh, peristiwa pemerasan yang dilakukan ATJ kepada TCA ini terjadi sejak bulan Mei lalu. Berawal dari ATC yang dikenalkan temannya kepada ATJ. Perkenalan terjadi di tempat kerja pelaku, di depan sekolah korban.
Dari perkenalan itu, tanpa basa-basi ATJ meminta uang kepada korban sebesar Rp 2 juta. Apabila tidak diberi, ATJ mengancam akan memukulinya. Karena takut, korban lalu meminta waktu kepada pelaku.
Selanjutnya, secara diam-diam korban mengambil uang ayahnya sebesar Rp 2 juta, untuk diberikan pada ATJ. Kemudian pada awal bulan Juni, ATJ kembali meminta uang lagi kepada korban, nilainya sekitar Rp 3 juta. Uang tersebut oleh korban juga diambilkan milik ayahnya. Korbanpun terus-terusan menjadi TM dengan alasan tak jelas.
Kemudian pada akhir Juni, lagi-lagi ATJ meminta uang Rp 3 juta kepada korban. ATC pun kembali menyanggupi dan memberikan uang Rp 3 juta, yang diambil dari uang milik ayahnya.
Terbongkarnya perbuatan ATJ, berawal dari kecurigaan orangtua korban yang merasa terus kehilangan uangnya. Orangtuanya lalu memeriksa HP korban dan menemukan permintaan uang dari ATJ.
Karena merasa anaknya diperas dan tidak terima, ayah ATC lantas melaporkannya ke polisi. Selanjutnya Kamis lalu ATJ dipancing menggunakan HP korban untuk diberi uang Rp 7 juta, dengan janjian di dekat rumah korban. Begitu ATJ datang mengambil uang, ia langsung ditangkap lalu dibawa ke Mapolres Malang.(agp/feb)