Residivis Narkoba Tertangkap Lagi

MALANG  - Dua kali mendekam di sel tahanan tidak membuat Raditya Nur Farizal, 32 tahun, kapok menjadi pengedar narkoba. Terbukti, Minggu (26/7) malam lalu dia kembali ditangkap anggota Satreskoba, Polres Malang Kota. Warga Jalan Ciliwung Gg 2A ini ditangkap di Jalan Zainul Arifin. Dari tangannya, petugas mengamankan 18 poket sabu-sabu, satu alat hisap, 100 gram ganja, dua timbangan digital dan dua unit HP.
“Saat ditangkap, dari tangan tersangka ditemukan satu poket sabu-sabu. Kemudian oleh anggota reskoba dilakukan pengembangan dengan melakukan penggeledahan di rumahnya, di Jalan Ciliwung Gg 2A. Hasilnya ditemukan barang bukti empat bungkus ganja dengan berat total 100 gram, 18 poket sabu-sabu, satu alat hisap, dua HP dan dua timbangan digital,’’ terang Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni. Dia juga menambahkan semua barang bukti tersebut ditemukan petugas di kotak tisu yang ada di kamar tersangka.
Nunung menguraikan, penangkapan terhadap Raditya ini berawal dari informasi masyarakat. Semula, petugas mendapatkan informasi, jika Raditya baru saja mendapatkan pasokan barang. Tanpa menunggu lama, petugas pun melakukan penyelidikan. “Kebetulan, saat melakukan penyelidikan, anggota mendapat informasi jika tersangka akan melakukan transaksi dengan salah satu pembeli di Jalan Zainul Arifin,’’ tambah Nunung, yang mengatakan malam itu juga petugas reskoba langsung di TKP, dan menangkapnya begitu dia datang.
Saat ditangkap, Raditya sama sekali tidak melakukan perlawanan. Dia langsung menyerah, saat digelendeng petugas menuju ke Polres Malang Kota. Namun begitu, pria ini bungkam tentang asal-usul barang haram yang ditemukan di rumahnya. Kepada petugas, Raditya hanya mengatakan jika semua barang yang diamankan tersebut milik temannya yang memiliki panggilang Aceh. Tapi, siapa Aceh? Raditya mengaku tidak tahu menahu.
“Tersangka adalah residivis, tahun 2008 lalu pernah kami tangkap, saat itu dia kena 1 tahun 6 bulan. Kemudian 2011 lalu dia kami tangkap lagi, dan hakim memberikan hukuman 5 tahun. Desember 2014, dia bebas bersyarat, setelah menjalani sepertiga masa hukuman,’’ tambah Nunung.
Tapi, perwira dengan tiga balok di pundak ini mengatakan, hakim bisa menggagalkan nota bebas bersyaratnya, karena Raditya kembali mengulangi perbuatannya. “Kalau nota bebas bersyaratnya dibatalkan, tersangka akan menjalani sisa masa hukuman yang lama, ditambah dengan hukuman perkara yang baru,’’ tandasnya.(ira/han)