Nasib Kades Tawangargo Nonaktif, Diputus Hari Ini

MALANG – Nasib Kepala Desa (Kades) Tawangargo, Kecamatan  Karangploso nonaktif, Ferri Misbahul Hakim akan ditentuk hari ini. Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya akan membacakan putusan dugaan korupsi pemakaian dana hibah untuk Pokmas sekitar Rp 260 juta.
“Untuk perkara dugaan korupsi Kades Tawangargo sudah puncak. Jumat besok (hari ini, red) agenda sidang putusan akan digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya. Salinan putusannya nanti akan kami kabari lebih lanjut,” ungkap Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Nageri Kepanjen Yunianto, kemarin.
Pada sidang sebelumnya, Ferri dituntut hukuman kurungan penjara selama 3 tahun. Berdasarkan analisa Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan, Ferri terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Ia terbukti memakai dana hibah untuk Pokmas senilai sekitar Rp 260 juta.
“Putusan hukuman untuk Kades Tawangargo tersebut, bisa bertambah atau berkurang.  Semuanya tergantung dari Ketua Majelis Hakim yang memimpin dan berdasarkan pertimbangan hukumnya,” ujarnya.
Sekadar diketahui, Kades Tawangargo, Ferri sebelumnya dilaporkan bendahara kelompok masyarakat (Pokmas) Rejeki Mulyo – Tawangargo, Liami dan Supadi, serta Ketua Pokmas Mulyo Agung Tawangargo, Sugeng Toyib. Ferri dilaporkan atas tuduhan dugaan pemakaian dana hibah untuk Pokmas sekitar Rp 260 juta.
Kasus dugaan korupsi ini, cukup mencoreng warga Desa Tawangargo. Bahkan warga yang tidak mau dipimpin oleh Kades korupsi, menuntut dengan beberapa kali melakukan aksi demo. Sedangkan pemeriksaan kasusnya, sempat berjalan molor karena Ferri tidak kooperatif.
Ferri sempat membantah tuduhan melakukan korupsi dana hibah tersebut. Bahkan, sejak dijadikan tersangka, Ferri sempat kabur dan menghilang. Ia akhirnya tertangkap sesaat setelah menemui istrinya di rumah makan Bojana Puri Kepanjen, hingga kemudian dilakukan penahanan di Polres Malang. (agp/aim)