Terlilit Hutang, Saiful Gelapkan 185 Liter Migor

Tersangka Saiful Hasan alias Dogol

MALANG - Tiga bulan menjadi buruan polisi, Saiful Hasan alias Dogol, 28 tahun akhirnya, berhasil ditangkap petugas Reskrim Polres Malang, kemarin. Warga Jalan Letjen Sutoyo, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi ini dibekuk atas tuduhan penggelapan 185 liter minyak goreng.
"Tersangka Saiful Hasan ini, kami amankan di rumahnya setelah mendapat informasi kepulangannya. Ketika kami amankan, ia mengakui semua perbuatannya," ujar Iptu Sutiyo, SH, Mhum Kanit Idik IV Reskrim Polres Malang.
Diperoleh keterangan, Saiful Hasan ini dilaporkan oleh Jimmi, pemilik toko bahan sembako di Kecamatan Gondanglegi. Saiful bekerja pada Jimmi, sebagai sopir yang bertugas mengantarkan barang sembako ke rumah konsumen. Ia sudah bekerja sebagai sopir sejak sekitar tiga tahun lalu.
Awalnya ketika bekerja, tersangka Saiful tidak pernah macam-macam. Namun karena terbelit hutang, sejak Januari sampai April lalu, ia mulai mencari uang dengan cara tidak halal. Tersangka menggelapkan minyak goreng setiap kali mengirim barang. Totalnya sampai 185 liter minyak goreng.
Usai menggelapkan minyak goreng, tersangka yang takut perbuatannya terbongkar lalu tidak masuk bekerja. Korban yang curiga lalu melakukan pengecekan. Ternyata beberapa liter minyak goreng telah digelapkan. Kemudian, menyelesaikan persoalan korban berusaha mencari Saiful.
Tetapi karena tidak ditemukan, korban lantas melaporkannya ke Polres Malang. Berdasarkan laporan itulah, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Hampir tiga bulan diburu, Saiful akhirnya berhasil ditangkap. "Tersangka kami jerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara," papar Sutiyo.
Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui semua perbuatannya. Ia mengatakan kalau minyak goreng tersebut, dijual kepada orang lain. "Uangnya habis saya gunakan untuk membayar hutang dan membeli beberapa barang kebutuhan saya," tutur tersangka Saiful Hasan alias Dogol.(agp/aim)