Pabrik Furniture Nyaris Ludes Terbakar

Petugas dibantu karyawan sedang memadamkan api yang membakar pabrik furniture PT Octa Nusa Persada, di Jalan Ahmad Yani, Kepanjen

MALANG - Pabrik furniture PT Octa Nusa Persada, di Jalan Ahmad Yani, Kepanjen Sabtu malam kemarin, nyaris ludes terbakar. Api dengan cepat membakar limbah sisa kayu olahan yang berada di dalam mesin pembuangan sampah (Siklun). Beruntung api yang saat itu mulai membesar bisa segera diketahui, sehingga cepat teratasi.
Menurut Mashari, kepala mekanik mesin mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 17.30. Saat itu, ia melihat ada asap tebal di sekitar mesin siklun, serta mencium bayu kayu terbakar. Mengetahui kondisi itu, Mashari lalu mengecek ke ruang siklun.
Ketika dicek, ia melihat ada api di ujung sebelah barat ruang siklun yang mulai membesar. Mashari lalu memberitahukan pada karyawan lainnya, termasuk kepada pimpinan. Mereka kemudian berusaha untuk memadamkan api dengan air seadanya.
Namun usaha yang mereka lakukan, tak berhasil. Api masih tetap menyala dan membakar bagian ruang siklun. Karena takut terjadi apa-apa, mereka lantas melaporkan ke petugas Polsek Kepanjen dan pemadam kebakaran.
"Dari mana sumber api tersebut, kami sama sekali tidak tahu. Sebab tiba-tiba langsung terlihat asap tebal dan mesin pembuangan limbah terbakar," ujar Mashari.
Sekitar pukul 18.20, lima unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Malang tiba di lokasi. Petugas langsung menyemprotkan air untuk memadamkan api. Sebab lokasi pabrik berdekatan dengan pemukiman warga. Selain itu juga hanya berjarak sekitar 100 meter saja dari Polres Malang.
"Siklun itu tempat penyedotan dan pembuangan limbah kayu yang sudah diolah. Bentuk limbahnya seperti serbuk kayu, yang mudah sekali terbakar," katanya.
Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Kepanjen AKP Agus Prayitno, mengatakan masih belum mengetahui sumber api. Apakah karena konsleting listrik, ataukah ada kesengajaan masih dilakukan penyelidikan.
"Kami masih belum tahu sumber api dari mana. Saat ini masih kami lakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Tim Identifikasi Polres Malang juga sudah kami datangkan untuk ikut menyelidiki," terang Agus Priono.(agp/aim)