Temukan Uang Palsu Rp 730 Juta

SLI, istri tua HPY ketika turun dari mobil Jatanras Polres Malang. Dan barang bukti yang diamankan petugas.

Digerebek, Dukun Palsu Melarikan Diri
MALANG - Tim Buser Polres Malang, sore kemarin menggrebek sebuah rumah di Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan. Rumah itu diindikasi sebagai tempat praktek dukun palsu. Sayangnya, HPY, yang diduga sebagai pelaku dukun palsu ini, berhasil melarikan diri.
Polisi hanya mengamankan SLI, yang diketahui sebagai istri tua HPY. Wanita berusia 46 tahun tersebut, dibawa ke Mapolres Malang untuk menjalani pemeriksaan. Hingga semalam, penyidik Reskrim masih meminta keterangan SLI secara tertutup.
Selain SLI, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak Rp 730 juta, sepucuk senjata air shoftgun, puluhan butir peluru yang masih aktif, beberapa senjata tajam, puluhan kartu kredit serta beberapa alat perdukunan.
"Kami masih belum bisa menyimpulkan apakah SLI, istri tua pelaku HPY bersalah atau tidak. Perkaranya masih kami lakukan penyelidikan dan pengembangan. Termasuk memburu pelaku HPY yang masih kabur," ungkap Kanit Idik IV Reskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, Mhum.
Informasi yang diperoleh, terbongkarnya HPY yang diduga sebagai dukun palsu ini, berawal dari laporan RHY, warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis ke petugas Polsek Pakis pagi kemarin. RHY merupakan istri siri HPY, yang dinikahi sekitar 5 tahun lalu.
Selama menjalani bahtera rumah tangga dengan HPY, RHY mengaku sering mendapat penganiayaan. Namun selama ini, tidak dilaporkan. Puncaknya pagi kemarin, HPY yang terbangun dari tidur tiba-tiba marah. Ia mendatangi istri sirinya, RHY dan langsung memukulinya.
Karena merasa nyawanya terancam dipukuli terus, RHY lalu berlari keluar rumah. Ia pergi ke Polsek Pakis, untuk melaporkan perbuatan HPY. RHY, juga menyerahkan senjata airshofgun kepada penyidik. Senjata tersebut diakui milik istrinya.
"Saya sering sekali dipukuli. Tetapi selama ini tidak pernah melapor. Namun karena kali ini sudah kelewatan, terpaksa kami laporkan, " ujarnya.
Berdasarkan laporan tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan memburu HPY. Salah satunya dengan menggeledah rumah istri tua HPY, di Desa Nawonggu Turen. Dari penggeledahan itulah, polisi mengamankan barang-barang dugaan perdukunan yang dilakukan HPY.
"Untuk masyarakat yang merasa pernah menjadi korban dukun palsu untuk melaporkan kepada kami. Saat ini, kami masih mengembangkan perkaranya," sembung Sutiyo.(agp/aim)