Jambret Asal Tumpang Klenger

HANGUS : Barang bukti sepeda motor milik tersangka Saiful Malik  hangus dibakar.

MALANG – Penjahat jalanan alias jambret mulai beraksi. Kemarin siang, seorang jambret nyaris tewas dimassa warga sekitar Jalan Raya Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit. Pelaku yang diketahui tunggal ini, usai menjambret tas milik Devita Yunilasari, 22 tahun, warga Desa Amadanom, Dampit.
Selain menghakimi pelakunya hingga babak belur, warga juga meluapkan kemarahan dengan membakar motor milik pelaku. Imbasnya motor Yamaha Zigma itupun, ludes terbakar. Untungnya saat massa semakin banyak, petugas Polsek Dampit yang mendapat laporan, cepat datang ke lokasi.
Selanjutnya, bersama dengan barang bukti, Saiful Malik, warga Dusun Pulungan, RT03 RW01, Desa Pulungdowo, Tumpang inipun digelandang ke Mapolsek Dampit. Pemuda kelahiran 1981 tersebut, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan meringkuk di tahanan.
“Jika kami terlambat datang beberapa menit, mungkin kondisi pelaku lain lagi. Saat ini, kami masih mengembangkan perkaranya. Apakah ada pelaku lain, serta TKP penjambretan lain,” ungkap Kanitreskrim Polsek Dampit, Ipda Soleh Mashudi.
Sebelum menjadi korban jambret, Devita saat itu bersama dengan suami serta keponakannya, membetulkan peleg motor di bengkel Jalan Semeru Dampit. Kemudian karena Jovan, 3 tahun, keponakannya minta jajan, Devita lalu mengajaknya ke Indomaret yang lokasinya tak jauh dari Polsek Dampit.
“Saat mau ke Indomaret itu, saya merasa ada yang membuntuti. Selanjutnya saya belok ke Indomaret,” ujar Devita, kepada penyidik.
Karena merasa pria yang membuntuti sudah pergi, Devita keluar dan berniat kembali ke bengkel. Ternyata motor yang membuntuti masih menunggu. Melihat itu, korban tidak berani menyalip. “Saya menjalankan motor pelan-pelan di belakang motornya,” tuturnya.
Namun pelaku yang sudah memiliki niat menjambret, berhenti di pinggir jalan. Begitu korban melintas, pelaku membuntuti dari belakang. Ketika di Jalan Semeru Selatan Dampit, pelaku menyalip dari kiri kemudian merampas tas milik korban.
Sadar tas berisi uang dan HP miliknya dijambret, korban spontan berteriak. Namun sama sekali tidak ada warga yang menolong. Korban lalu memutuskan untuk mengejar sendiri.
“Namun saya tidak bisa mengejarnya karena pelaku berhasil mendahului bus. Akhirnya saya ke bengkel dan memberitahu suami,” katanya.
Mendengar cerita istrinya, dibantu dengan beberapa warga suaminya langsung mengejar. Pelaku akhirnya berhasil dikejar di Jalan Raya Majangtengah, Dampit. Untuk menangkap, motor pelaku ditendang hingga jatuh. Begitu terjatuh, pelaku dihakimi warga dan motornya dibakar.
“Untuk sementara ini, pengakuannya baru sekali saja. Namun kami sama sekali tidak percaya. Kami akan terus mengembangkan kasusnya, ke jaringan lainnya,” sambung Soleh Mashudi, mantan Kasubag Humas Polres Malang.(agp/nug)