HPY Ditangkap, Istri Dilepas

MALANG – Upaya Tim Buser Polres Malang, memburu HPY terduga dukun palsu, membuahkan hasil. Sabtu malam, HPY berhasil ditangkap di tempat persembunyiaannya di sekitar Kecamatan Tajinan. Polisi sukses menangkapnya, setelah mendapat informasi keberadaannya.
“HPY sudah berhasil kami amankan. Sebelumnya, ia memang sempat kabur ketika akan kami tangkap. Termasuk ketika kami menggrebek rumah istri tuanya di Desa Ngawonggo, Tajinan tersangka sudah tidak ada,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Menurut Wahyu, untuk sementara HPY ditahan dengan tuduhan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sebab sebelumnya, ia dilaporkan oleh istri sirinya RHY, warga Desa Mangliawan, Pakis dengan tuduhan penganiayaan. Sedangkan untuk dugaan dukun palsu, masih terus dikembangkan.
“Sementara pasal kami sangkakan adalah KDRT. Untuk dugaan dukun palsu, masih kami kembangkan. Karena kami juga masih menunggu adanya laporan dari masyarakat yang pernah menjadi korbannya,” jelasnya.
Bagaimana dengan uang palsu senilai Rp 730 juta serta senjata air shoftgun dan puluhan butir peluru aktif ? Mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini, juga menegaskan masih mengembangkan. Karena masih ada pengakuan dari tersangka HPY, meskipun sudah ditemukan barang bukti di rumahnya.
Lantas, untul SLI, istri tua HPY yang sebelumnya sempat diamankan ? Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara SLI tidak terlibat. Usai menjalani pemeriksaan, SLI langsung dipulangkan. Wanita berusia 46 tahun ini, diwajibkan lapor setiap Senin dan Kamis.
Sekadar diketahui, Tim Buser Polres Malang, Sabtu sore lalu menggrebek sebuah rumah di Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan. Rumah itu diindikasi sebagai tempat praktek dukun palsu. Sayangnya, saat itu HPY, yang diduga sebagai pelaku dukun palsu, berhasil melarikan diri.
Polisi hanya mengamankan SLI, yang diketahui sebagai istri tua HPY. Wanita berusia 46 tahun tersebut, dibawa ke Mapolres Malang untuk menjalani pemeriksaan. Selain itu, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak Rp 730 juta, sepucuk senjata air shoftgun, puluhan butir peluru yang masih aktif, beberapa senjata tajam, puluhan kartu kredit serta beberapa alat perdukunan.
Penggrebekan ini, berawal dari laporan RHY, warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis ke petugas Polsek Pakis pagi kemarin. RHY merupakan istri siri HPY, yang dinikahi sekitar 5 tahun lalu. Ia melapor karena baru saja dianiaya oleh HPY.(agp)