Pisah Ranjang, Gagahi Perempuan 13 Tahun

MALANG – Pemilik usaha potong rambut di Kedungkandang, Muslimin, 22 tahun, warga Jalan Mayjen Sungkono, harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Minggu (2/8) siang lalu, dia ditangkap anggota unit PPA Polres Malang Kota, dengan tuduhan melakukan pencabulan terhadap Bunga bukan nama sebenarnya, 13 tahun, warga Kedungkandang.
Menariknya, dalam penangkapan tersebut, petugas juga mengamankan HP milik tersangka. Itu karena, dalam HP tersebut tersimpan file foto korban dan tersangka dalam kondisi tidak berpakaian.
“Setelah melakukan hubungan badan, tersangka sempat memaksa korban untuk foto berdua dalam kondisi tidak berpakaian. Foto tersebut tersimpan di HP tersangka. Itu sebabnya, HP tersebut ikut diamankan sebagai barang bukti,’’ kata Kabag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni saat merilis kasus pencabulan ini kemarin.
Dalam keterangannya, Nunung menjelaskan pencabulan itu sendiri terjadi Kamis (9/7) lalu. Berawal dari perkenalan keduanya dua hari sebelum kejadian. “Tersangka MS (Muslimin) ini mengenal  korban Selasa (7/7) lalu, via temannya,’’ katanya.
Setelah berkenalan, keesokan harinya tersangka mengajak korban nongkrong. Ajakan tersebut tidak ditolak. Terbukti, sendirian Bunga datang ke warung kopi depan Stasiun Kota Baru tempat tersangka mengajak nongkrong. Keduanya pun bercengkarama. Hingga hari pun larut, dan korban meminta tersangka untuk mengantar pulang.
Kesempatan itulah yang dimanfaatkan tersangka. Dia tidak langsung pulang, tapi lebih dulu mengajak korban jalan-jalan. Selanjutnya, membawa Bunga ke Losmen di Jalan Kolonel Sugiono. Di salah satu kamar losmen itulah, pelaku menggagahi korban. “Korban sempat menolak, tapi pelaku memaksa, sehingga dia tidak bisa melawan,’’ kata Nunung.
Puas menyetubuhi, pelaku pun mengajak pulang korban pukul 03.00 WIB. Lagi-lagi pelaku tidak langsung mengajak pulang, tapi lebih dulu mengajaknya jalan-jalan dengan alasan mencari makan sahur. Baru pukul 05.30, Muslimin mengantar korban pulang. “Saat pulang inilah, korban bercerita dengan orang tuanya. Karena tidak terima, orang tua korban melapor ke Polres Malang Kota.
Sementara itu kepada petugas Muslimin mengaku jika dia terpaksa menyetubuhi korban karena tidak bisa menahan hasrat. “Saya sudah menikah, dan punya satu anak. Tapi sekarang pisah ranjang, istri memilih pulang ke rumah orang tuanya,’’ katanya yang menyebutkan, dia dan istrinya pisah ranjang selama dua minggu.
Muslimin mengaku sangat menyesali perbuatannya. Dia pun berharap keluarga korban mau memaafkan kekilafannya. “Saya khilaf dan sangat menyesal,’’ tandasnya dengan tertunduk lesu.(ira)