Bawa Preman, Curi Tebu Satu Hektare

Saifullah ditemani kuasa hukumnya Sugeng SH, menunjukkan bukti foto pencurian tanaman tebu miliknya.

MALANG - Saifullah, 40 tahun warga Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, membuat pengaduan ke Polres Malang. Didampingi kuasa hukumnya Sugeng SH, ia mengadu kalau tanaman tebu seluas satu hektare miliknya telah dicuri oleh Fadeli Cs, warga Desa Kasri, Bululawang.
"Kami datang ke Polres Malang, menanyakan perkembangan pengaduan yang kami buat. Sebab sebelumnya, saat laporan resmi ditolak tanpa alasan yang jelas," ujar Saifullah yang dibenarkan kuasa hukumnya.
Menurutnya, sekitar tahun 2009 lalu, Saifullah membeli tanah kepada Fadeli seharga Rp 140 juta. Tanah tersebut berada di dua lokasi di Desa Sudimoro, Bululawang. Pembelian tanah dibuktikan dengan surat penjualan di salah satu notaris.
Setelah dibeli, tanah tersebut ditanami tebu. Selama hampir lima tahun, tidak ada masalah. Namun Jumat (31/7) lalu, korban mendapat laporan dari Muhidin, adiknya kalau tanaman tebu yang siap panen ditebang dan dicuri oleh Fadeli.
"Saat mendapat laporan, saya langsung mengecek ke lokasi. Memang benar tebu saya dicuri. Tetapi saya tidak berani menegur, karena Fadeli membawa beberapa orang preman," tuturnya.
Lantaran merasa tidak terima, saat itu juga korban langsung melaporkan ke Polres Malang. Namun laporannya ditolak dengan alasan yang jelas. Sebaliknya korban justru diminta untuk membuat surat pengaduan dulu, yang diserahkan keesokan harinya.
Kanit Idik IV Reskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, Mhum mengatakan bahwa surat pengaduan sudah diterima. "Saat ini pengaduan tersebut sedang kami pelajari dan selidiki, dengan meminta keterangan saksi-saksi nantinya," kata Sutiyo.(agp/aim)