Jaringan Curanmor Pagak Digulung

Lima tersangka jaringan curanmor bersama dengan barang bukti diamankan Polres Malang.

MALANG - Lima jaringan pelaku curanmor berhasil diungkap Tim Buser Polres Malang, awal pekan lalu. Tiga orang sebagai eksekutor, seorang sebagai penunjuk arah dan seorang lagi sebagai penadah. Mereka ditangkap di tempat yang berbeda.
"Kelima tersangka ini satu jaringan. Mereka terlibat kasus pencurian sepeda motor Honda Revo N 5436 CX milik Sukiman, warga Dusun Krajan, Desa Gampingan, Kecamatan Pagak," ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Kelima tersangka yang diamankan adalah, Edi Hartono, 42 tahun, warga Dusun/Desa Ngrampal, Pagak. Siswoko, 43 tahun, warga Dusun Dadapan, Desa Tlogorejo, Pagak. Bedri, 33 tahun, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Pagak. Ketiganya ini adalah pelaku eksekutor pencurian.
Kemudian Dheny Satuli, warga Dusun Dempok, Desa Gampingan, Pagak. Ia tetangga korban yang menjadi penunjuk arah. Dan Samsul, 31 tahun, warga Dusun Cungkal, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, yang merupakan penadah motor curian.
Aksi pencurian terjadi 17 Juli lalu sekitar pukul 01.00 di kios penjualan ikan milik korban di Dusun Krajan, Desa Gampingan, Pagak. Kejadiannya saat korban sedang tidak ada. Tiga pelaku eksekutor yang sebelumnya sudah menggambar, masuk ke dalam kios dengan merusak pintu.
Setelah pintu terbuka, mereka lalu masuk dan mengambil sepeda motor serta dua buah BPKB. Setelah berhasil, ketiga pelaku langsung kabur. Sepeda motor tersebut, dijual oleh Bedri kepada Samsul seharga Rp 1,1 juta.
"Uangnya kami bagi rata. Kami bertiga (Bedri, Siswoko dan Edi Hartono) mendapat bagian Rp 300 ribu. Sisa Rp 200 ribu kami berikan kepada Satuli. Termasuk BPKB sepeda motor yang kami curi," tutur tersangka Edi Hartono.
Terungkapnya aksi pencurian, berawal dari Dheni Satuli yang menawarkan BPKB motor kepada korban. Ia mengatakan kalau sepeda motor itu ditemukan di jalan. Dheni meminta uang tebusan Rp 3 juta, jika korban mau BPKB nya kembali.
Dari kecurigaan itu, korban lalu memberitahukan pada polisi. Selanjutnya, polisi yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya petugas berhasil menangkap kelima jaringan.
"Saya menyuruh mereka mencuri, karena jengkel dengan korban. Dia sombong dan tidak bisa sopan dengan orang lain. Makanya saya memberitahu kepada teman-teman kalau kios milik korban kosong pada tengah malam," papar tersangka Dheni Satuli.(agp/aim)