Amat Sadis, Imam Masjid, Bunuh Istri dan Anaknya

MALANG POST – Amat sadis! Abdullah Lutfianto, 54 tahun, warga Dusun Pateguhan, RT 02 RW 01, Desa Argosari, Kecamatan Jabung melakukan pembunuhan. Pria yang sehari-hari jadi imam masjid  ini, tega menghabisi nyawa istrinya Wiwik Halimah, 45 tahun dan anaknya Putri Sari Dewi, 16 tahun, di rumahnya, dini hari kemarin.
Abdullah menghabisinya dengan cara membacok anak dan istrinya di rumahnya sekitar pukul 02.45 WIB. Tak cukup itu saja, dia juga tega membakar istrinya tersebut. Setelah itu, ia menuju ke belakang dan mencoba bunuh diri dengan menenggak 10 tablet obat Asma merk Theobron dan ditelan dengan bensin.
“Mulanya, kami mengira rumah tersebut mengalami kebakaran. Karena keluar asap mengepul dari dalam rumah,” ujar warga sekitar bernama Dzikri, kepada wartawan kemarin.
Lanjut dia, karena api semakin membesar, akhirnya warga nekat mendobrak pinntu sampan rumah tersebut dan memecahkan kaca jendela.
Tujuannya, supaya warga bisa masuk ke dalam rumah untuk memadamkan api dan melakukan pertolongan. Namun, warga terkejut saat tiba di dalam rumah, ditemukan dua orang jenazah sudah tergeletak dalam keadaan mengenaskan. Jenazah Wiwik Halimah ditemukan di dalam kamarnya bersimbah darah dan terbakar.
Sedangkan jenazah Putri Sari Dewi, ditemukan di lorong yang terletak di belakang dalam kondisi bersimbah darah, lantaran terdapat bekas luka bacokan.
“Setelah itu, kami mencoba memadamkan api tersebut supaya tidak membesar. Setelah padam, kami melakukan pengecekan di seluruh bagian yang ada di rumah tersebut,” tutur Dzikri.
Saat warga melakukan pengecekan tersebut katanya, menemukan Abdullah dalam keadaan terkapar di dapur rumahnya. Abdullah mencoba bunuh diri menelan 10 tablet obat asma merk Theobron dan cairan bensin.
“Saat kami temukan pertama kali, kondisinya masih bernyawa, namun tidak sadar. Lantaran minum obat dan cairan itu,” ungkapnya.
Lantaran terdapat jua jenazah tewas dalam kondisi mengenaskan membuat warga melaporkan kejadian itu ke desa dan diteruskan ke Polsek. Petugas kepolisian yang datang, kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian membawa kedua jenazah itu ke kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk diotopsi
Sedangkan Abdullah sendiri, masih dalam keadaan kritis dan dirawat di UGD RSSA Malang. Menurut Suparman, warga sekitar lainnya, hubungan pasangan suami istri itu tidak harmonis. Keduanya sering terlibat cekcok maupun pertengkaran, lantaran Abdullah seorang pengangguran yang tidak pernah menafkahi keluarga.
“Selain itu, Abdullah dikenal keras dan suka main pukul. Hal itu yang membuat istrinya Halimah tidak betah,” terangnya.
Permasalahan keluarga ini, kata dia, sempat diselesaikan di tingkat desa Senin (3/8). Kemudian, keduanya akan menjalani mediasi pada hari Selasa (4/8) kemarin. Namun, peristiwa itu sudah terlanjur terjadi.
Sementara itu, Kapolsek Jabung AKP Hartono SOs mengatakan, untuk sementara ini pihaknya hanya mengamankan pelaku Abdullah yang masih sekarat di UDG tersebut. “Proses hukum dari diduga pelaku ini, tetap berlanjut. Kalau yang bersangkutan nantinya terbukti bersalah, maka harus menjalani hukuman tersebut,” mantan Kapolsek Tumpang ini.
Sedangkan saat ini, pihaknya terus berupaya mengumpulkan keterangan dari para saksi. “Untuk motifnya, belum bisa kami simpulkan. Diduga, masalah ekonomi dan sering terjadi kekerasan dalam rumah tangga,” pungkasnya.