Membunuh Usai Imami Salat Magrib

MALANG POST - Warga Dusun Pateguhan, RT 02 RW 01, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, sama sekali tidak menyangka jika Abdullah Lutfianto, 54 tahun, menghabisi nyawa anak dan istrinya. Selama ini, Abdullah yang tidak memiliki pekerjaan dikenal warga sekitar adalah orang baik, dan taat beragama. Bahkan, pria ini juga kerap menjadi imam di Masjid Darul Jalal, yang terletak tidak jauh dari rumahnya.
“Kalau kesehariannya dia memang diam, dan jarang bergaul dengan warga. Tapi dia taat bearagama. Malam kemarin (Senin) ia masih memimpin Salat Magrib di Masjid Darul Jalal,’’ kata Wasian salah satu tetangga Abdullah.
Kepada Malang Post, Wasian yang ditemui disela-sela menunggu proses otopsi jenazah Wiwik Halimah, dan anaknya Putri Sari Dewi ini mengatakan jika selama ini sebagai warga Abdullah sama sekali tidak pernah berbuat neko-neko. Sekalipun pendiam, Abdullah kerap menyapa jika berpapasan atau bertemu dengan warga.
“Kalau dengan warga hubungannya baik. Tapi kita tidak tahu kalau dengan keluarga hubungannya bagaimana,’’ akunya.
Sementara Kaur Umum, Desa Argosari Jabung, Supriyanto mengatakan berbeda. Kepada Malang Post pria yang ditemui disela-sela proses otopsi di kamar jenazah RSSA Malang ini kemarin mengatakan jika Abdullah adalah pria yang memiliki temperamen tinggi. Dia beberapa kali melakukan pemukulan terhadap istrinya. Bahkan, beberapa hari sebelum peristiwa sadis ini terjadi, Halimah sempat mengadu ke kantor desa akibat dianiaya oleh Abdullah.
“Kalau menurut laporan bu Halimah, tidak satu dua kali pak Abdullah melakukan penganiayaan, tapi sudah beberapa kali,’’ katanya. Supriyanto sendiri menduga jika aksi kejam Abdullah ini karena dipicu oleh faktor ekonomi. Sejauh ini menurut pria yang datang ke kamar jenazah menggunakan jaket kulit ini mengatakan Abdullah sudah sejak lama tidak memiliki pekerjaan, alias menganggur. Sementara untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Halimahlah yang bekerja.
“Bu Halimah ada usaha toko klontong dan menjual rujak di depan rumahnya. Dia dibantu oleh, Putri. Sedangkan pak Abdullah tidak bekerja,’’ katanya, yang menyebutkan dulu Abdullah bekerja sebagai kuli bangunan. Tapi sejak setahun lalu libur, alias tidak bekerja.
Saat menganggur inilah, Supriyanto mengatakan emosi Abdullah kerap tidak terkontrol. Dia kerap melakukan penganiayaan terhadap Halimah. “Pak Abdullah dan Bu Halimah ini selama pernikahannya dikaruniai dua anak, yaitu Andri Lutfianto, dan Putri. Saat kejadian Andri sedang bekerja sebagai Satpam di PDAM Sawojajar,’’ kata Supriyanto.
Sementara, aksi sadis Abdullah melakukan aksi pembantaian terhadap korban terlihat saat tim forensic melakukan otopsi. Itu karena tim forensik menemukan puluhan luka di tubuh keduanya. “Paling parah lukanya pada jenazah Halimah, lukanya di temukan mulai dari kepala hingga ujung kaki. Ada yang luka bacok, sayat dan tusuk,’’ kata petugas.
Petugas yang meminta namanya tidak disebutkan di koran ini mengatakan, bagian kaki, dan punggung  jenazah Halimah melepuh akibat terbakar. “Kalau jenazah anaknya ada beberapa luka, tapi paling banyak lukanya di jenazah Halimah,’’ katanya. Proses otopsi dimulai pukul 08.00 – 12.00 WIB. Kedua jenazah ini kemudian dibawa pulang menggunakan ambulan dari SAR Pakem pukul 12.30 WIB.
Sementara Abdullah Lutfianto, 54 tahun, langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSSA Malang. Pria yang mencoba bunuh diri ini dibawa ke IGD dalam kondisi tidak sadarkan diri. “Kondisinya masih kritis,’’ kata anggota Polsek Jabung yang sore kemarin bertugas melakukan pengamanan di RSSA Malang.
Namun begitu, saat dimintai keterangan lebih lanjut, petugas tersebut memilih menghindar, dan menyarankan Malang Post untuk konfirmasi ke Polsek Jabung atau Polres Malang.
“Langsung ke Polsek saja, disana datanya lengkap. Disini saya hanya ditugaskan untuk melakukan pengamanan,’’ katanya. Hal yang sama juga terlihat pada keluarga Abdullah. Mereka enggan memberikan keterangan terkait kondisi Abdullah. “Masih di dalam, belum sadar,’’ kata salah satu keluarga korban, yang kemudian memilih menyibukkan diri berbicara dengan anggota keluarga lainnya.(big/ira/ary)