Penerima Beasiswa Ikut Dibantai Sang Ayah

MALANG POST - Motif pembunuhan yang dilakukan Abdullah Lutfianto, terhadap istri Wiwik Halimah dan anaknya Putri Sari Dewi, diduga adalah masalah ekonomi. Sebelumnya, keluarga ini dikenal mempunyai penghasilan cukup dengan membuka toko perancangan. Namun, usahanya ini lambat laun terpuruk, karena tidak mampu bersaing.
Hal itu seperti diungkapkan Kepala Desa (Kades) Argosari, Arifin kepada Malang Post. Menurutnya, keluarga itu memang tidak masuk dalam daftar keluarga miskin. “Keluarga Abdullah ini, tidak menerima bantuan langsung tunai maupun semacamnya. Karena dua tahun yang lalu, keluarga ini dalam kondisi mampu,” ungkapnya kemarin.
Keluarga ini membuka toko prancangan yang selalu menjadi jujugan pembeli warga sekitar. Namun, seiring bertambahnya waktu, banyak bermunculan toko-toko pracangan serupa di dekat rumah mereka. Imbasnya, toko pracangan keluarga Abdullah ini, tidak diminati oleh pembeli dan semakin sepi.
“Dulunya ramai sekali toko Abdullah ini. Namun, semenjak sepi, hanya istrinya yang membuka usaha jualan rujak. Sedangkan toko itu, tutup,” urainya. Dia juga menjelaskan, meski Abdullah pengangguran, namun kualitas ibadahnya sangat baik. Bapak dua anak ini tidak pernah ketinggalan unutk melaksanakan salat lima waktu.
Selain itu, Abdullah juga tidak pernah ketinggalan puasa sunah Senin-Kamis. “Kalau untuk soal ibadah, sudah tidak perlu diragukan lagi. Ngaji dan suara adzannya juga bagus,” imbuh Kades yang sudah menjabat selama 3,5 tahun ini.
Meski demikian, dia mengakui Abdullah mempunyai sifat buruk. Yakni emosinya yang meluap-luap dan suka melakukan pemukulan. Dia juga acap kali melakukan pemukulan terhadap istri dan anaknya. Terakhir, pemukulan yang dilakukannya dilaporkan ke kepolisian terhadap anaknya yang pertama bernama M Andre Lutfianto.
“Sempat dilaporkan ke kepolisian, hanya saja prosesnya tidak lanjut. Karena kepolisan menginstruksikan untuk diselesaikan di tingkat desa,” tuturnya. Sedangkan saat kejadian itu, kata dia, anak pertamanya sedang bekerja sebagai Satpam di PDAM Kota Malang. Sehingga, dia selamat dari peristiwa keji yang dilakukan oleh ayahnya tersebut.
Menurutnya, desa sudah berulang kali untuk melakukan mediasi. Lantaran istrinya mengeluhkan suaminya yang pengangguran dan tidak memberi nafkah itu. Sehingga, istrinya meminta untuk dicerai. Hal itu, membuat Abdullah kalap dan nekat melakukan perbuatan ini. Apalagi, dia juga dikenal keras dan suka melakukan pemukulan.
“Kehidupan ekonomi keluarga ini, saat ini memang serba kekurangan. Sebelum Hari Raya Idul Fitri kemarin, istirnya Wiwik datang ke Kantor Desa untuk meminta Surat Keterangan Tidak Mampu. Tujuannya, untuk syarat masuk sekolah anaknya yang bernama Putri ini, di SMAN 1 Tumpang,” paparnya.
Sementara itu, Wali Kelas Putri di SMAN 1 Tumpang, Nurwanto menyebut, Putri merupakan anak pandai dan memiliki bakat. “Buktinya Putri ini masuk ke sekolah melalui jalur beasiswa. Selain dia memang tidak mampu, tapi pintar. Putri juga terpilih menjadi anggota Paskibra di sekolah,” terangnya.
Lantaran masuk melalui beasiswa, kata dia, anak didiknya dibebaskan dari seluruh biaya pendidikan. “Apalagi orang tuanya juga telah melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Sehingga, dia hanya cukup membeli buku pelajaran dan seragam sekolah,” terang guru Bahasa Indonesia ini. 
Dijelaskannya, Putri juga merupakan lulusan pondok pesantren di daerah Belung, Kecamatan Poncokusumo. Sehingga, dia juga dibekali kualitas ibadah yang baik. Sedangkan kesehariannya, pendiam. Namun, ketika mengikuti pembelajaran dan ekstrakurikuler, Putri tampak aktif serta antusias.
“Kalau salat, dia tidak pernah lupa. Anaknya baik, pendiam dan tidak pernah bebruat ulah. Meski saya hanya sebentar mendidiknya, saya tahu dia anak yang baik,” tuturnya. Sedangkan dia mengaku tidak mengetahui apa penyebab ayah kandungnya tega melakukan hal tersebut.
Apalagi setahunya, Putri dididik dengan diberikan kelimuan agama yang cukup baik oleh kedua orangtuanya. “Saya sampai saat ini, tidak percaya hal tersebut bisa terjadi. Saya juga heran, mengapa ayahnya tega melakukan hal itu,” pungkasnya.