Lawan Abdullah, Jari Halimah Sampai Putus

MALANG POST - Polres Malang menetapkan Abdullah Lutfianto, sebagai tersangka pembunuhan terhadap istri dan anaknya. Sekalipun pria kelahiran 1 Januari 1961 tersebut, sampai petang kemarin belum menjalani pemeriksaan. Abdullah masih kritis dan menjalani perawatan intensif di RSSA Malang.
Menurut Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, penetapan tersangka berdasarkan hasil olah TKP dan fakta yang ditemukan di lokasi kejadian. Di mana saat ditemukan, Abdullah sama sekali tidak mengalami luka bacok ataupun luka bakar. Sementara istri dan anaknya mengalami banyak luka bacok dan luka bakar.
"Di rumah juga tidak ada kerusakan atau barang yang hilang sama sekali. Berdasarkan itulah, kami menyatakan bahwa pelaku pembunuhan adalah Abdullah. Kemudian usai membunuh istri dan anaknya, pelaku mencoba mengakhiri hidupnya," terang Wahyu Hidayat.
Ia mengatakan, untuk sementara Abdullah dijerat dengan pasal 44 ayat 3 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ancaman 15 tahun. Dan pasal 80 ayat 3 tentang perlindungan anak yang mengakibatkan meninggal dunia, dengan ancaman hukuman 10 tahun.
Berdasarkan hasil olah TKP, dijelaskan aksi pembunuhan yang dilakukan Abdullah terhadap istri dan anaknya, terjadi sekitar pukul 01.00. Sebelum terjadi pembunuhan, sempat terjadi cek-cok mulut antara Abdullah dengan istrinya. Saat cek-cok mulut terjadi inilah, pelaku lantas mengambil senjata tajam yang kemudian digunakan menghabisi nyawa istri dan anaknya.
"Siapa yang dibunuh terlebih dahulu, masih belum kita ketahui. Sebab tidak ada saksi mata. Pelaku pembunuhan juga masih kritis. Namun yang pasti ada perlawanan dari korban, karena ada jari milik korban yang putus," jelasnya.
Usai dihabisi dengan senjata tajam, kedua korban langsung disiram dengan bensin lalu dibakar. Sementara tersangka usai membunuh, langsung mencoba mengakhiri hidupnya dengan menelan 10 tablet obat asma merek Theobron dan meminumnya dengan bensin.
"Kedua korban itu dibakar untuk sengaja menghilangkan jejak. Sebab jika rumahnya ikut terbakar, maka beranggapan bahwa mereka meninggal karena terbakar," katanya.
Untuk motif pembunuhan, dikatakan mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini, untuk sementara masalah keluarga. Tersangka yang tidak bekerja, menggantungkan hidupnya pada suami. ia juga diketahui sering menjual beberapa harta milik keluarga istrinya.
"Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang kami mintai keterangan, tersangka memang dikenal tempramental. Ia suka ringan tangan terhadap anak dan istrinya. Pertengkaran dengan istrinya, tidak hanya sekali saja, tetapi terjadi hampir setiap hari," paparnya.(big/agp/ary)