Bebas Dari LP Langsung Ditangkap

MALANG – Polisi tidak memberi kesempatan Gangsar Ikhsan, 46 tahun, menghirup udara bebas. Terbukti, dia kembali dijebloskan di sel tahanan, sesaat setelah bebas dari LP Lowokwaru, Senin (3/8) lalu. Warga Jalan Salam RT02 RW01, Desa Punten, Bumiaji ini kembali ditangkap anggota Polsekta Klojen, dengan tuduhan melakukan pencurian uang Rp 6 juta, di Toko Jiwa Rahayu, Jalan Galunggung, Maret 2014 lalu.
“Tertangkapnya tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari Tamat  Affandi, 48 tahun, warga Jalan Bendungan Sutami, yang sudah kami amankan Januari 2015 lalu, dan sudah menjalani hukuman,’’ terang Kapolsekta Klojen Kompol Teguh Priyo Waseso, saat dikonfirmasi Malang Post kemarin.
Karena merupakan pengembangan, barang bukti yang diamankan pun sama dengan Tamat, yaitu sebuah mobil Daihatsu Grandmax nopol N 9340 KB, yang digunakan tersangka sebagai sarana untuk melakukan kejahatan.
Dijelaskan oleh Teguh, sebetulnya nama Gangsar sudah cukup lama terdengar di telinga anggota Polsekta Klojen, yaitu sejak Januari 2015, setelah Tamat ditangkap. Hanya saja, petugas tidak bisa berbuat banyak. Lantaran diketahui, jika Gangsar saat itu juga tersangkut kasus pencurian, dan di tahan di LP Blitar.
Fakta itulah, kemudian membuat petugas menunggu. Tapi saat menunggu, petugas mendengar jika penahanan Gangsar dipindah ke LP Lowokwaru. Informasi tersebut direspon petugas. Berkoordinasi dengan petugas LP Lowokwaru, petugas pun menunggu waktu kebebasan Gangsar.
“Senin kemarin, anggota mendapat informasi tersangka Gangsar bebas. Dan saat itu juga kami menjemputnya,’’ kata Teguh, yang mengatakan petugas kembali menangkap Gangsar setelah dia keluar dari pintu LP Lowokwaru.
Saat ditangkap, Gangsar memang tidak melakukan perlawanan. Dia memilih menyerah, saat petugas  membawanya ke Polsekta Klojen untuk menjalani penyidikan.
Dalam keterangannya, Gangsar mengatakan jika hanya diajak oleh Tamat. Bahkan, saat pencurian berlangsung dia hanya menunggu di luar, yaitu duduk di dalam mobil yang dikemudikannya. “Tersangka mengaku bertugas mengantar dan menjaga lokasi pencurian. Saat itu dia hanya duduk di atas mobil sambil menunggu rekannya beraksi.
Dalam kasus pencurian ini, Gangsar juga mengaku dirinya mendapatkan bagian Rp 1.5 juta saja. uang tersebut juga sudah habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Tersangka kami kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,’’ tandas Teguh.(ira/feb)