Jadi Atensi Polda dan Mabes Polri

Kapolres Malang AKBP Aris Haryanto SIK, menunjukkan barang bukti pembunuhan ibu dan anak.

Pembunuhan Sadis Jabung
KEPANJEN–Kondisi kesehatan Abdullah Lutfianto, yang mencoba bunuh diri usai membunuh anak dan istrinya semakin membaik. Tersangka berusia 54 tahun ini, sejak dini hari kemarin sudah dipindahkan dari IGD RSSA Malang ke ruang rawat inap. Selanjutnya, petugas penyidik akan melakukan pemeriksaan kondisi kejiwaan tersangka.
“Sesuai dengan prosedur penyidikan, kepolisian akan melibatkan tim ahli seperti psikolog maupun psikiater untuk memeriksa kejiwaan tersangka. Tentunya dengan catatan, kondisi tersangka sudah memungkinkan untuk dilakukan test kejiwaan tersebut,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Aris Haryanto SIK kepada wartawan kemarin.
Menurutnya, pemeriksaan kejiwaan tersangka ini untuk memastikan apakah yang bersangkutan memang seorang penderita gangguan kejiwaan maupun tidak. Atau ada unsur lain dari aksi pidana pembunuhan sadis yang dilakukan oleh tersangka ini.
Apalagi track record tersangka, memang sering melakukan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). “Melalui hasil pemeriksaan dari para saksi yang merupakan warga sekitar, tersangka ini diketahui sering cekcok maupun bertengkar dengan istrinya,” ujar Perwira Menengah (Pamen) dengan dua melati di pundaknya.
Sedangkan untuk masalah yang menjadi penyebab utama dari pertengkaran itu, kata dia, masih terus didalami. Kabar yang berkembang, istri tersangka bernama Wiwik Halimah, sudah kesal dengan suaminya yang pengangguran dan tidak memberi nafkah. Selain itu, suka melakukan KDRT, sehingga istrinya tersebut meminta dicerai.
“Untuk berbagai dugaan itu, tengah kami dalami. Kami juga berupaya untuk memintai keterangan dari anak pertamanya bernama M Andre Lutfianto. Saat ini, kondisi dari anak tersebut, sedang shock,” kata mantan Kapolres Pacitan ini.
Dijelaskannya, diduga terjadi pertengkaran hebat sebelum tersangka nekat menghabisi istri dan anaknya tersebut. Selain itu, kedua korban diperkirakan sempat melakukan perlawanan, sebelum tersangka melakukan pembunuhan sadis ini.
“Kami menyita sebuah parang dan senjata tajam lainnya. Parang itu, ada bekas rambut dan bercak darah milik korban,” ucapnya.
Sedangkan senjata tajam berupa silet, digunakan untuk menyayat wajah istrinya. Karena saat ditemukan, memang terdapat bekas luka sayatan di wajah Wiwik Halimah tersebut. Diduga, hal yang sama dilakukan oleh tersangka terhadap anak kandungnya tersebut.  Lanjut Kapolres, setelah menghabisi istrinya, tersangka membungkusnya dengan kain selimut. Kemudian disiram bensin dan dibakar.
“Setelah itu, tersangka menuju ke dalam kamar mandi bagian belakang dan mencoba melakukan bunuh diri. Yakni meminum obat asma dicampur dengan bensin,” urainya. Masih kata kapolres, pihaknya saat ini tengah menunggu kondisi tersangka membaik. Barulah kemudian dapat dimintai keterangan dan memproses hukumnya.
Sedangkan dalam kesempatan yang sama, tim Labfor Polda Jawa Timur sempat mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan. “Kasus ini, menjadi perhatian Polda Jawa Timur dan Mabes Polri. Sehingga, harus diusut dengan tuntas,” pungkasnya.(big/ary)