Berusaha Kabur, Patahkan Borgol Pelaku Curanmor Didor

Sugeng Heri Herman, salah satu tersangka curanmor
 
MALANG – Dua pelaku curanmor, Jumat (7/8) siang lalu babak belur. Mereka menjadi bulan-bulanan warga sekitar Jalan Trunojoyo, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, setelah tertangkap tangan mau mencuri motor Honda Beat, milik Tutiani, 34 tahun, warga Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung.
Beruntung, petugas Polsek Gondanglegi yang mendapat laporan cepat datang ke lokasi untuk mengamankan kedua pelaku. Pasalnya jika sampai terlambat beberapa menit, mungkin kondisi kedua pelaku sudah lain. Keduanya adalah Sugeng Heri Herman, 26 tahun, warga Ampelsari, Kecamatan Paserpan, Pasuruan. Dan Selamet Adi Lestari, 19 tahun, warga Desa Kademangan, Pagelaran.
Bahkan, Sugeng terpaksa diberi tindakan tegas dengan menghadiahi timah panas di kaki kanannya, karena berusaha kabur ketika dikeler ke TKP pencurian lainnya. Barang bukti yang diamankan dari kedua tersangka ini, adalah sebilah senjata tajam jenis parang serta satu unit sepeda motor Yamaha Mio, yang dijadikan sarana beraksi.
“Kami masih mengembangkan kasusnya. Untuk sementara baru empat TKP pencurian yang diakui. Selain di Gondanglegi, ada TKP lain seperti di wilayah Mojokerto, Kecamatan Bantur serta Pagelaran. Selain itu, kami juga akan mengembangkan ke pelaku lainya,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Amuk massa tersebut, Jumat lalu terjadi sekitar pukul 10.00. Saat itu, korban Tutiani yang mengendarai motor Honda Beat sendirian, berniat membuka warung nasi miliknya di Jalan Trunojoyo, Desa Gondanglegi Kulon. Setiba di depan warung, korban berhenti dan memarkir motornya di pinggir jalan.
Selanjutnya oleh korban ditinggal untuk membuka warung. Jarak antara korban dengan motor, hanya beberapa meter saja. Ketika motor diparkir inilah, kedua tersangka yang sudah mengincar langsung beraksi. Apalagi saat itu, mereka melihat kunci motor masih ada.
Sugeng yang bertugas sebagai eksekutor lalu mendekati motor korban. Selanjutnya begitu dekat, tersangka berusaha menghidupkan mesin. Namun belum sempat mesin motor hidup, aksinya dipergoki oleh korban yang langsung berteriak maling.
Warga sekitar yang mendengar teriakan itu, langsung berdatangan. Selanjutnya tanpa ada yang memberi komando, warga lalu menangkap dan memukuli kedua tersangka. Begitu kondisinya babak belur, warga lantas menyerahkannya ke Polsek Gondanglegi.
Meskipun kondisinya babak belur dan dalam kondisi kedua tangan diborgol, namun nyali Sugeng cukup besar. Ketika penyidik lengah  ditinggal salat, Sugeng memutuskan borgol, kemudian menjebol pintu ruang penyidik dan berusaha kabur. Tetapi belum sempat kabur Sugeng berhasil ditangkap lagi. “Tersangka Sugeng ini nyalinya sangat besar. Dia sudah dua kali berusaha kabur. Termasuk bisa mematahkan borgol di kedua tangannya,” ujar Wahyu.(agp/aim)