Masyarakat Tenang, Tapi Tetap Waspada

MALANG POST - Terkait ancaman simpatisan Napi teroris di Lapas Lowokwaru kepada sipir, Polres Malang Kota menerjunkan 15 personelnya untuk melakukan pengamanan, baik pengamanan Lapas, maupun pengamanan sipir. Ini menyusul unjuk rasa yang dilakukan puluhan simpatisan Napi teroris yang dipindahkan, Minggu (9/8/15) lalu.
Kapolres AKBP Singgamata mengatakan, ke-15 personel Polres Malang Kota ini merupakan petugas berseragam dan petugas tidak berseragam. Mereka diposkan di lingkungan Lapas Lowokwaru. Sesekali, akan dilakukan patrol di sekitar Lapas. "Sekarang sebenarnya sudah kondusif, tapi harus tetap waspada," ujar Singgamata kepada Malang Post, kemarin.
Ia membenarkan kalau aksi simpatisan Napi teroris itu memang tidak ada laporan ke Polres Malang Kota. Namun, menurutnya itu tidak masalah karena yang karena simpatisan teroris itu lakukan, bukan aksi demonstrasi. Melainkan, sebatas meminta kejelasan dari pihak Lapas.
"Kalau cuma minta klarifikasi dari pihak Lapas, tidak perlu laporan ke Polres. Kalau demo, baru harus ada laporan," jelasnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar tenang dan jangan terprovokasi atas kasus ini. Meski begitu, masyarakat juga harus waspada dan terus memantau situasi di lingkungan sekitarnya. Jangan lengah, lanjutnya, bila ada sesuatu yang mencurigakan, Singgamata berharap masyarakat segera melaporkannya ke Polres Malang Kota.
"Pengamanan ini akan kami lakukan sampai situasi stabil. Tenang saja, tidak ada yang perlu dicemaskan. Tapi, tetap harus waspada. Polres Malang Kota hanya mengantisipasi adanya pihak ketiga yang memprovokasi," kata mantan Kapolres Lumajang itu.
Perlu diketahui, Sabtu (8/8/15) siang terjadi kericuhan di ruang besuk Polres Malang Kota yang melibatkan sembilan Napi teroris. Malam harinya, sembilan Napi teroris ini dipisahkan ke lima Lapas yang ada di Jawa Timur. Pemindahan ini berbuntut kepada protes para simpatisan di halaman depan Lapas Lowokwaru yang dilakukan Minggu (9/8/15) lalu. (erz/ary)