Sepasang Kekasih Culik Mahasiswi, Praktik Film JAV

MALANG – Otak GM (24 tahun) mahasiswa salah satu PTN ternama di Malang sudah teracuni Japanese Adult Video (JAV). Pemuda asal Perum Asrikaton Indah B1/12, Pakis Kabupaten Malang memaksa kekasihnya SAN (20 tahun) juga mahasiswi PTN ternama itu, untuk mencarikan perawan. Jika tidak, maka foto mereka berdua saat bugil akan disebar.
SAN yang dara manis asli Batu itu tak berkutik. Selama 1,5 tahun pacaran dengan GM, mereka memang sudah seperti suami istri. Bahkan SAN sudah jadi ajang praktik otak JAV si GM. Seringkali saat bercinta dengan GM, SAN diborgol, diikat, dipukul demi kepuasan GM. Ini sudah masuk kategori penyimpangan seksual.
Kali ini, penyimpangan GM sudah kebablasan. Berdalih bosan dengan SAN yang tak perawan, GM meminta dicarikan perawan. Jika tidak foto bugil SAN akan diedarkan. Putar otak, SAN akhirnya memilih target EW (20 tahun) gadis cantik teman mereka sekampus yang indekos di Jalan Gajayana.
Akhirnya Rabu (5/8) lalu sekitar pukul 19.00, EW mendapat SMS dari tersangka SAN. Dalam SMS tersebut, SAN mengajak EW menginap di rumahnya. Alasannya, dia takut sendirian di rumahnya. Apalagi dia baru saja kecelakaan. Setelah beberapa kali SMS, korban yang kenal SAN sebagai teman kuliahnya kemudian setuju, dan meminta tersangka SAN untuk menjemput.
Saat itu juga, bersama pacarnya tersangka GM, SAN menjemput korban di tempat kosnya, menggunakan mobil Daihatsu Granmax N1138 GZ. EW sempat kaget, karena saat itu ada GM yang mengemudikan mobil. Sempat curiga saat itu SAN meminta EW duduk depan disamping GM yang sedang mengemudi.
Malam itu EW tidak langsung diajak ke rumah SAN, sebaliknya diajak jalan-jalan lebih dulu. Hingga akhirnya, di Jalan Merbabu, GM menghentikan mobilnya. EW curiga. Tapi belum sempat bertanya, dari belakang SAN langsung membekap mulut dan hidung korban menggunakan sapu tangan yang telah dituangi obat bius.
EW sempat meronta, tapi oleh tersangka GM dipegangi dan dipukul, hingga akhirnya EW tidak sadarkan diri. Dalam kondisi tak sadarkan diri, GM dan SAN membawa EW ke rumah GM di Perum Asri Katon Indah. Selanjutnya, berdua membopong EW ke lantai dua. Di salah satu kamar, tubuh EW dibaringkan.
Di tempat tidur, kedua tersangka ini menelanjangi korban. Kemudian keduanya juga mengikat kedua tangan korban menggunakan tali tampar warna biru.
Di situlah, EW yang tidak sadarkan diri mulai dimesrai oleh GM. Sementara SAN hanya melihat. Meskipun cukup lama memesrai korban, GM tak bisa (maaf, Red) ereksi. Sehingga dia pun meminum obat kuat. Beberapa menit setelah minum obat kuat GM kembali memesrai EW. Tapi tetap saja, penggemar JAV ini tak bisa bereaksi.
Melihat kondisi sang pacar, SAN pun membantu. Dengan melepas semua pakaiannya, SAN beraksi erotis kepada GM.
GM yang sudah bernafsu pun tidak tahan melihat EW yang terbaring lemah. Rupanya ia tetap tak bisa sempurna memesrai EW, buktinya GM baru separuh jalan, kejantanannya melemas. Aksi pun diputuskan disudahi.
Saat itu GM mengatakan jika korban tidak perawan, dan dia enggan bercinta lagi. Dan dalam kondisi jengkel, GM pun mengajak SAN untuk mengantarkan pulang korban. Tapi karena kondisi korban belum sadar, GM  lebih dulu mengajak jalan-jalan, dan kemudian berhenti di depan warung makan.
Di depan warung makan ini, EW sadar. Dia juga merasakan sakit disekujur tubuhnya. Saat itu EW sempat bertanya  kenapa dirinya sampai tidak sadar. Tapi SAN menjawab jika korban sakit dan tiba-tiba pingsan.
“Setelah korban sadar, kedua tersangka mengajaknya untuk makan rawon. Selanjutnya, korban diantar pulang,’’ tambah Kasat. Saat itu kepada rekan-rekan kost korban SAN menyebutkan jika EW sakit, dan butuh istirahat.
Kecurigaan baru muncul Kamis (6/8) lalu. Saat itu EW tidak hanya merasakan sakit pada sekujur tubuhnya, tapi dia juga melihat luka memar, dan kepalanya pusing. Kondisi inilah yang membuat dia berani melapor ke Polres Malang Kota.
“Kamis (6/8) kami mendapat korban EW melapor ke Polres Malang Kota kasus penganiayaan, kemudian melakukan penyelidikan. Dan Sabtu (8/8) kami berhasil menangkap keduanya,,’’ kata Wakapolres Malang Kota Kompol Putu Dewa Eka Darmawan.
Menariknya, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, kedua tersangka ini tidak hanya melakukan penganiayaan. Tapi keduanya juga terlibat pemerkosaan kepada korban. “Dari hasil penyelidikan, terkuak kedua tersangka ini tidak sekadar melakukan penganiayaan terhadap korban, tapi juga pemerkosaan,’’ tambah pria yang kemarin didampingi oleh Kabag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni dan Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Adam Purbantoro.
Pemerkosaan itu juga dibuktikan dengan hasil visum korban. sekalipun tidak merobek selaput dara, tapi bagian atas alat vital korban mengalami lecet dan robek akibat benda tumpul. Barang bukti diamankan adalah 5 ponsel berbagai merek, satu tablet,1 kotak obat kuat gingseng berisi 8 botol kecil, 2 botol obat gingseng bekas pakai, 1 kotak obat kuat, 3 kotak kondom, 1 alat suntik, 3 jarum suntik, 1 botol balihai, 1 bir bintang, 1 botol minuman keras, 1 bh, 1 sprei, 1 botol obat bius, 1 borgol, 1 tali tampar.
““Kami amankan sejumlah barang bukti, diantaranya obat kuat, kondom, minuman keras dan jarum suntik, saat ini kami masih terus mengembangkan, untuk mengetahui apakah ini merupakan kali pertama aksi dilakukan tersangka atau sudah berulangkali,’’ tandasnya.