GM Minta Jatah, Sehari Tiga Kali Bercinta

Sementara dalam pengakuannya, GM sendiri mengaku jika pemerkosaan terhadap EW itu dilakukan karena dia tidak puas  dengan pacarnya SAN. GM mengaku menjalin cinta dengan SAN sejak 1,5 tahun lalu. Sejak kali pertama pacaran keduanya pun melakukan hubungan layaknya suami istri.
GM diduga merupakan maniak  dan memiliki kelainan seksual. Itu terbukti hampir setiap hari GM meminta jatah hubungan suami istri. Bahkan hubungan suami istri tersebut dilakukan dua hingga tiga kali sehari.
“Ada perlakuan seksual yang menyimpang dari tersangka. Itu karena tersangka kerap memasukkan benda tumpul lain pada alat kemaluan pacarnya. Selain itu alat kemaluan SAN juga kerap dimasuki dengan kayu, bahkan juga pembuka botol,’’ terang Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Adam Purbantoro mengutip keterangan GM.
Bukan itu saja, perilaku menyimpan itu juga diperlihatkan GM saat berhubungan badan, dia kerap melakukan kekerasan lebih dulu. Termasuk tangan SAN diikat dengan tali atau di borgol. Selain itu, GM  juga kerap mengabadikan kegiatan suami istri tersebut baik foto maupun merekamnya.
Kendati sudah melakukan hubungan suami istri ratusan kali, namun GM tetap tidak puas. Itu karena SAN tidak perawan saat kali pertama hubungan badan. GM sendiri langsung menyuruh SAN untuk mencari wanita yang masih perawan.
SAN tidak kuasa menolak. Dia pun mencari temannya, yang kemudian memilih EW sebagai korban. “Tidak ada alasan khusus, tapi yang jelas tersangka SAN ini memilih EW karena EW memiliki perilaku baik, dan supel,’’ kata Kasat.
SAN sendiri mengaku dirinya tidak kuasa menolak permintaan GM. Alasannya adalah, dia takut GM menyebarkan foto-foto syurnya. “Sebetulnya SAN tidak menikmati aktifitas seksual pacarnya yang menyimpang. Tapi dia juga tidak bisa lepas dengan pacarnya, karena sang pacar mengancam akan menyebarkan foto-foto bugilnya,’’ tambah Kasat.
Ancaman itu sebetulnya sudah terjadi. Beberapa bulan lalu, GM sempat menyebarkan beberapa file foto bugil SAN saat wanita ini mencoba untuk putus. “Dari pengalaman itulah, kemudian tersangka SAN ini kemudian tidak berdaya, dan memilih untuk menuruti kemauannya,’’ tambah Adam, yang mengatakan dalam kasus ini pihaknya juga mendatangkan psikolog dan KPAI. “Besok (hari ini) kami mendatangkan KPAI dan Psikolog. Kami juga akan memeriksa kondisi kejiawaan kedua tersangka ini,’’ tambah Kasat.
Terkait dengan kasus ini, kedua tersangka dikenakan pasal berlapir. Tidak hanya dua, tapi keduanya dikenakan lima pasal sekaligus, yakni pasal 170 KUHP, pasal 285 KUHP, pasal 286 KUHP, pasal 290 KUHP, dan pasal 328 KUHP.(ira/ary)