Dicerca 11 Pertanyaan, Tensi Abdullah Langsung Tinggi

MALANG – Penyidik Reskrim Polres Malang, kembali memintai keterangan Abdullah Lutfianto, 54 tahun, tersangka pembunuhan terhadap anak dan istrinya, Senin malam lalu di ruang isolasi RSSA Malang. Pemeriksaan tambahan tersebut, untuk mengetahui secara jelas peristiwa pembunuhan yang terjadi Selasa (4/8) dini hari lalu.
Saat diperiksa, Abdullah didampingi oleh kuasa hukum negara, Bambang Suhernowo SH M.Hum. Ada 11 pertanyaan yang diajukan kepada Abdullah. Semuanya dijawab dengan lancar. Namun ketika diajukan pertanyaan selanjutnya, Abdullah sudah tidak bisa menjawab karena tensi darahnya kembali naik.
“Ada 11 pertanyaan yang kami tanyakan dalam pemeriksaan tambahan. Namun pemeriksaan yang sudah berjalan sekitar satu jam itu, kami sepakati untuk dihentikan karena kondisi tensi darahnya naik,” ujar Kanit Idik IV Reskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo SH, M.Hum.
Dari 11 pertanyaan tersebut, menurut Sutiyo, enam diantaranya adalah pertanyaan inti.Yaitu siapa yang melakukan pembunuhan terhadap Wiwik Halimah, 48 tahun (istri) dan Putri Sari Devi, 16 tahun (anaknya). “Abdullah mengangguk dan menjawab pelan kalau dirinya yang membunuh,” tuturnya.
Siapa yang dibunuh terlebih dahulu ? Abdullah mengatakan kalau anaknya yang dibunuh pertama. “Alasan pembunuhan karena dia sakit hati akan diusir dari rumah, setelah istrinya mau menceraikan. Anaknya dibunuh pertama karena yang mendorong ibunya untuk mengusir Abdullah. Namun setelah itu, ketika ditanya dia sudah tidak lagi menjawab karena tensinya tinggi,” ungkap Sutiyo.
Setelah melakukan pemeriksaan tambahan tersebut, lanjut Sutiyo, Polres Malang akan mendatangkan ahli psikologi dari Polda Jatim. Rencananya ahli psikologi didatangkan Selasa kemarin. Namun karena ada halangan, rencana pemeriksaan oleh ahli psikologi ini, akan dijadwalkan ulang.
Untuk kondisi Abdullah ? Kanit UPPA Polres Malang ini, mengatakan bahwa kondisinya sudah mulai membaik dari sebelumnya. Saat ini, penyidik masih menunggu keputusan dari dokter, apakah Abdullah sudah diperbolehkan pulang untuk rawat jalan atau tidak.
“Kalau kondisinya sudah membaik, tersangka akan langsung kami bawa ke Polres Malang. Kami sudah menyiapkan ruangan khusus untuk Abdullah. Ruangan ini dilengkapi dengan CCTV dan nantinya akan dijaga oleh dua petugas selama 24 jam. Ini kami lakukan supaya tidak terjadi upaya percobaan bunuh diri lagi,” paparnya.
Sekadar diketahui, peristiwa tragis menggemparkan warga Dusun Pateguhan, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Selasa 4 Agustus lalu. Abdullah Lutfianto, dengan sadis menghabisi nyawa istri dan anaknya. Usai dibunuh, kedua korban lalu dibakar. Sementara tersangka langsung berusaha bunuh diri dengan minum bensin, cairan pemutih lantai dan obat asma.(agp/aim)