Edan, Gama Juga Sikat Dua Mahasiswi Lain

MALANG POST - Tak hanya EW yang menjadi korban Gama Mulya (24 tahun). Polisi memastikan, kalau mahasiswa yang belakangan diketahui sebagai mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) itu juga pernah melakukan percobaan yang sama kepada wanita lain, tapi selalu gagal.
Setidaknya, dari hasil pemeriksaan sementara, ada dua wanita yang menjadi korban Gama. Namun, menurut pengakuan Gama kepada polisi, keduanya tidak sampai disetubuhi. "Ada, menurut pengakuan tersangka tidak sampai diperkosa," ujar Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro di Mapolres Malang Kota, kemarin (12/8/15).
Dikatakannya, korban pertama dan kedua ini belum ada identitasnya. Berdasarkan keterangan polisi, Gama pernah melakukan modus serupa yang ia terapkan ke EW, dengan sasaran mahasiswi lain. Sayangnya, aksinya gagal karena niat memerkosa wanita tiba-tiba hilang.
Sementara korban kedua, ia lakukan sendiri. "Menurut keterangan tersangka, wanita itu (korban kedua) tidak sampai diperkosa. Dia hanya ditelanjangi dan difoto. Identitas masih kami rahasiakan," kata Adam sambil menunjukan foto-foto yang ditunjukan. Ada puluhan foto wanita telanjang yang ada di tablet dan komputer rumahnya.
Sebagian foto wanita telanjang yang ada di tablet dan komputer rumahnya, merupakan foto pacarnya, SAN (20 tahun). Foto-foto SAN dalam kondisi tak berbusana itu, digunakan oleh Gama bila SAN tidak menuruti permintaannya. "Kalau tidak dituruti, foto ini mau disebar ke media sosial. Dulu katanya sudah pernah sekali," tandas Adam.
Sebenarnya, lanjut Adam, tersangka wanita (SAN) juga mendapat siksaan dari Gama. Pasalnya, SAN sering dijadikan kelinci percobaan oleh Gama. Adam menunjukan luka pada lengan SAN. Luka tersebut cukup dalam dan parah. Adam mengatakan, luka ini didapat ketika Adam ingin mencoba keampuhan obat bius.
"Sebelum diterapkan ke korban, tersangka pria ini mencoba dulu ke pacarnya (SAN). Sudah beberapa kali tidak bisa. Baru waktu memakai metode penyekapan, obat bius ampuh," jelasnya. Untuk itu, status SAN saat ini, selain menjadi tersangka, ia juga menjadi korban.
Jadi Kelinci Percobaan, SAN Amat Tertekan
Utusan dari Komnas Perempuan RI, Naomi Werdisastro yang terlibat pemeriksaan tersangka menyebut kalau kondisi SAN saat melakukan aksi tersebut sangat tertekan. Ya, ancaman dari Gama yang akan menyebarluaskan foto telanjangnya itu membuat SAN mau tidak mau menuruti Gama.
"Saya sempat memberikan hipnosis kepada tersangka dan berbicara sedikit kepadanya. Hasilnya, tersangka perempuan memang sangat tertekan. Ia sempat menangis saat menceritakannya. Meski begitu, tersangka perempuan mengaku kalau ia sangat mencintai pacarnya (Gama, Red)," kata Naomi.
Sedangkan Naomi juga memeriksa korban EW. Justru klaim Naomi, kondisi EW lebih baik dari SAN. Memang ada shock, kata Naomi, setelah kejadian itu. Tapi, saat mengobrol bersama Naomi, EW tidak menangis dan hanya berlinang air mata.
"Korban ini adalah wanita yang komunikatif sekali. Memang dia shock, tapi perempuan ini sangat tegar. Matanya hanya berkaca-kaca. Ia masih ingin kuliah dan memiliki masa depan yang baik," kata Naomi.
Polres Malang Kota sendiri, saat ini telah berkoordinasi oleh ahli psikologi dari UB untuk memeriksa kejiwaan si tersangka pria, maupun wanita. (erz/ary)