Tewas Sebelum Tujuh Belas

MALANG - Gunung Semeru memberi peringatan kepada para pendaki yang melanggar larangan ke Puncak Mahameru. Rabu (12/8) lalu, satu pendaki cantik bernama Dania Agustina Rachman (19 tahun) tewas sebelum upacara 17 Agustus 2015. Ada juga pendaki yang patah kaki M. Rendika, 20 tahun, asal Medan, Sumatera Utara. Adapun pendaki hilang sejak Senin (10/8) lalu, bernama  Daniel Saroha, 31 tahun, warga Bogor, Jawa Barat ditemukan di Sumbermani, Kamis siang kemarin.
Sejumlah kematian tragis beberapa terjadi di Gunung Semeru. Paling sering terjadi adalah di jalur batas vegetasi menuju ke puncak Mahameru. .
Dania Agustina Rachman, tewas di tengah pendakian menuju Puncak Mahameru. Gadis berusia 19 tahun asal Jalan AR Hakim Perbata, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat ini,  tertimpa longsoran bebatuan sekitar 200 meter dari puncak.
Longsor batu ini, tidak hanya menimpa Dania. Melainkan seorang pendaki lainnya yang juga tertimpa longsor, bernama M Rendika, 20 tahun, warga Medan, Sumatera Utara. Rendi mengalami patah tulang dan saat ini dirawat di RSSA Malang. Sedangkan jenazah Dania, dari Pos Ranu Pane, kemudian dibawa ke Kamar Mayat RSU Lumajang.
Menurut Petugas PMI Kabupaten Malang, Muji Utomo mengatakan, Kedua pendaki itu berasal dari rombongan yang berbeda. “Kebetulan mereka berangkat bersama-sama rombongannya dari Kalimati menuju puncak Mahameru,” ujarnya kepada Malang Post. Meski pendakian dibatasi Kalimati, kedua rombongan tetap nekat menuju ke puncak.
“Menurut informasi yang kami himpun, ada 25 orang dalam dua rombongan itu. Semuanya saat itu panik saat terjadinya batu-batu yang longsor tersebut,” tuturnya.
Sebelum peristiwa ini terjadi, sebenarnya ada kejadian hilangnya seorang pendaki atas nama Daniel Saroha, 31 tahun, warga Bogor, Jawa Barat (10/8) lalu. Kedua peristiwa ini, membuat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup jalur pendakian. Pendaki itu, akhirnya ditemukan selamat di Sumber Mani sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis (13/4) kemarin.
Menurut Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ayu Dewi Utari, belajar dari peristiwa ini, pendaki harus menaati peraturann. Salah satunya adalah batas akhir pendakian hanya sampai Kali Mati. “Pendaki dilarang melanjutkan pendakiannya ke puncak Mahameru. Mohon peraturan ini, ditaati oleh seluruh pendaki,” urainya.
Sedangkan pendakian ke gunung tertinggu di Pulau Jawa itu, akan dibuka oleh TNBTS pagi ini. Jumlah pendakipun dibatasi hanya 1.000 orang.  Selain itu, pendaki dilarang menggelar upacara hari kemerdekaan di Puncak Mahameru. Selain itu, para pendaki diimbau membawa bekal yang cukup, tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga lingkungan.