Karyawan Tewas, Terlambat Dilaporkan

MALANG – Pabrik kertas PT Ekamas Fortuna di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, minta tumbal. Seorang karyawan outsourcing dari CV Sekar Jaya Abadi, Narko, 38 tahun, tewas Jumat (14/8) petang lalu. Warga Dusun Bangsri, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit tersebut terjatuh dari ketinggian sekitar 40 meter, saat mengganti seng atap pabrik.
Kasus kecelakaan kerja tersebut, langsung ditangani Unit Reskrim Polres Malang. Polisi langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian Narko. Termasuk untuk mengetahui apakah ada kelalaian dari pihak perusahaan.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Senin nanti (besok, red) kami akan memeriksa teman-teman kerja korban, untuk mengetahui apakah ada kelalaian dari pihak perusahaan. Termasuk apakah sudah sesuai prosedur dan SOP,” tegas Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post kemarin.
Informasi yang diperoleh, Jumat pagi korban bersama tiga orang temannya, bekerja mengganti atap seng pabrik PT Ekamas Fortuna di ruang produksi. Mereka mulai bekerja sejak pukul 08.00. Seng yang diganti, ketinggiannya hampir sekitar 40 meter.
Saat mengganti seng atap pabrik, korban dan teman-temannya tidak menggunakan alat pengamanan apapun. “Ketika membetulkan atap seng, semula memang tidak ada kendala apapun. Pemasangan seng berjalan lancar,” ujar seorang karyawan pabrik, yang tidak mau disebutkan namanya.
Sekitar pukul 16.30, dua teman korban turun karena sudah sore. Pengerjaan sedianya akan dilanjutkan hari ini. Namun korban bersama seorang temannya bernama Jefri, masih berada di atas. Baru selang 15 menit (pukul 16.45), korban dan temannya berniat mengakhiri pekerjaan dan akan turun.
Ketika mau turun inilah, kemungkinan kaki korban terpeleset dan kemudian jatuh dari ketinggian sekitar 40 meter. Narko langsung tewas seketika dengan bersimbah darah. Tiga temannya yang mengetahui, langsung menolong tubuh korban. Dibantu dengan karyawan PT Ekamas Fortuna, Narko dibawa ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
Petugas medis mengatakan kalau korban sudah meninggal dunia. Jenazahnya langsung disucikan di kamar jenazah. Kejadian tragis tersebut, baru dilaporkan ke petugas Polsek Pagak sekitar pukul 19.00. Mendapat laporan itu, petugas lantas meminta jenazahnya dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang untuk dimintakan visum.
Baru sekitar pukul 00.00, petugas Polsek Pagak diback up Polres Malang, melakukan proses olah TKP awal. Polisi memasang police line di lokasi korban terjatuh. “Jika dari hasil penyelidikan nantinya ditemukan ada kelalaian dari pihak perusahaan, maka akan ada sanksi pidananya, sesuai dengan undang-undang khusus dan undang-undang pidana umum,” tegas Wahyu Hidayat.(agp/nug)