TKP Dibersihkan, Perusahaan Mengaku Tidak Tahu

SEMENTARA itu, saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) Sabtu dini hari kemarin, polisi terkejut. Pasalnya saat mendatangi lokasi kejadian korban, tempatnya sudah dalam kondisi bersih. Bercak darah yang sebelumnya tercecer di lantai, sudah dibersihkan. Selain itu, aktivitas pekerjaan di dalam pabrik, juga masih tetap berjalan.
Ada kemungkinan, pihak perusahaan tidak ingin kecelakaan kerja tersebut diperpanjang dengan diketahui aparat kepolisian. Pihak perusahaan kemungkinan akan menyelesaikan permasalahan itu, dengan kekeluargaan. Sebab laporan kejadian ke pihak kepolisian, juga terlambat. Dua jam setelah kejadian, baru dilaporkan.
“Bercak darah korban memang sudah tidak ada. Lokasi jatuhnya korban sudah dibersihkan. Namun untuk proses penyelidikan, kami tetap memasang police line,” ujar AKP Wahyu Hidayat.
Selain olah TKP dini hari itu, Polres Malang kemarin siang juga melakukan olah TKP ulang. Tiga tim dari Unit I, Unit II dan Unit IV Reskrim Polres Malang diturunkan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan kerja tersebut.
Dalam olah TKP ulang kemarin, polisi melakukan pra pelaksaan pekerjaan. Mulai dari korban dan tiga temannya naik ke atas, hingga proses terjatuhnya korban dari ketinggian sekitar 40 meter. Hasil olah TKP, diketahui bahwa korban memang tidak menggunakan sabuk pengamanan.
“Sebetulnya ada sabuk pengamanan, namun tidak dipergunakan oleh korban. Namun untuk penyebab kelalaian lainnya, kami masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi pada Senin depan,” terang Kanit Idik IV Reskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, Mhum.
Terpisah pihak perusahaan PT Ekamas Fortuna masih belum bisa dimintai keterangan terjadi kejadian kecelakaan tersebut. Joko Apriyanto, Kepala Gudang PT Ekamas Fortuna, saat dikonfirmasi justru mengatakan tidak tahu menahu tentang kejadian kecelakaan kerja itu. Ia mengatakan sama sekali tidak mendapat informasi ataupun laporan.
“Terus terang saya memang sama sekali tidak mengetahui kalau ada kejadian kecelakaan kerja. Saya baru mengetahui setelah dikonfirmasi ini (dihubungi Malang Post, red). Coba nanti saya tanyakan terlebih dahulu soal kejadian itu,” jelas Joko Apriyanto.
Ananda Pratikno, Humas PT Ekamas Fortuna masih belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi telepon selulernya tidak tersambung. Termasuk ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat (SMS) juga tidak ada balasan.(agp/nug)
==