Dipaksa Pacar Layani Nafsu Bejatnya

MALANG – Perbuatan Andik Dwi Prasetyo, 22 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, sungguh bejat. Dua minggu berkenalan dan memadu kasih, Andik memaksa Bunga (bukan nama sebenarnya, red), 13 tahun, warga Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, untuk melayani nafsu setannya.
Tersangka mengajak korban untuk bertemu di rumahnya yang kosong. Di dalam rumahnya itulah, korban dipaksa untuk melakukan hubungan intim. Korban sempat menolak. Namun karena dipaksa dan diancam akan diputus, akhirnya korban pasrah. Selama dua hari, Bunga disetubuhi sebanyak dua kali. Terakhir pada 12 Agustus lalu. Saat itu, korban yang berniat mengambil HP miliknya yang tertinggal di rumah tersangka, kembali diajak melakukan hubungan intim. Usai melakukan perbuatan asusila, korban kemudian diminta untuk segera pulang dan diancam untuk tidak menceritakan kejadiannya kepada siapapun.
“Kami melakukan hubungan itu atas dasar suka sama suka. Sama sekali saya tidak melakukan paksaan. Lima kali melakukan hubungan itu, semuanya di dalam rumah saya saat sedang sepi,” tutur tersangka Andik, usai ditangkap polisi Polres Malang.
Andik dilaporkan orangtua korban. Terbongkarnya perbuatan asusila tersebut, berawal dari kecurigaan orangtua korban yang melihat ada perubahan pada anaknya. Saat ditanya, awalnya Bunga tidak mau buka mulut. Namun setelah didesak, akhirnya mengaku pernah disetubuhi oleh tersangka. Tidak terima dengan kejadian yang dialami oleh anaknya, orangtua Maria lantas melaporkannya ke Polres Malang. Berdasarkan laporan itulah, polisi lalu mencari keberadaan tersangka dan berhasil menangkap di rumahnya pada Jumat (14/8) lalu.
 “Tersangka Andik ini, kami tangkap di rumahnya. Ketika kami amankan, ia sama sekali tidak melakukan perlawanan. Tersangka mengakui semua perbuatannya,” ujar Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum. (agp/aim)