Bejat, Gagahi Pacarnya di Café

MALANG POST - SEMENTARA itu, dalam waktu yang hampir bersamaan, Tim Buser Polres Malang juga mengamankan Aris Setyawan, 21 tahun, warga Jalan Lawu, Kepanjen. Ia ditangkap juga atas tuduhan perbutan asusila terhadap anak di bawah umur. Korbannya adalah Melati (nama samaran), 15 tahun, warga Desa Talangagung, Kepanjen.
Menurut pengakuan tersangka Aris, hubungannya dengan Melati adalah sepasang kekasih. Mereka berpacaran setelah sebelumnya berkenalan saat bertemu di jalan. Tersangka menyatakan cinta, dan ingin menjalin hubungan asmara dengan korban.
Karena terus dibujuk rayu, Melati pun menerima pernyataan cinta tersangka. Keduanya pun lantas menjalin hubungan asmara. Saat menjalin asmara itu, awalnya tersangka tidak berani berbuat apa-apa. Namun setelah dua bulan berpacaran, tersangka mulai berani mengajak korban melakukan hubungan intim.
Pertama hubungan terlarang dilakukan di sebuah cafe di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, pada bulan April 2015 lalu. “Kami melakukan hubungan itu, di dalam ruangan cafe saat sedang sepi. Pemilik cafe saat itu sedang tidak ada. Yang mengajak melakukan hubungan itu, Bunga terlebih dahulu,” ujar tersangka Aris.
Dari hubungan pertama itu, ternyata tersangka ketagihan. Sebulan berikutnya, ia kembali mengajak Melati melakukan hubungan intim. Perbuatan asusila itu, dilakukan di rumah saudara tersangka di Desa Ngebruk, Sumberpucung.
Perbuatan asusila tersebut, terbongkar dari kecurigaan bibi korban pada bulan Juni lalu. Saat itu korban yang merasakan sakit di perut, dibawa ke salah satu bidan. Saat diperiksa dinyatakan kalau korban mengalami sakit kista. Curiga telah terjadi sesuatu dengan keponakannya, bibinya lalu menanyakan langsung.
Saat ditanya, Melati  mengaku telah melakukan hubungan intim dengan tersangka. Karena tidak terima, kejadian itu lalu dilaporkan ke Polres Malang. Tersangka yang mendengar kalau dilaporkan, langsung kabur ke Bali. Ketika pulang Jumat lalu ia langsung diamankan.
“Tersangka Aris ini, sudah dua bulan menjadi buronan kami. Begitu kami mendapat informasi kepulangannya ia langsung kami tangkap. Ia kami jerat dengan pasal 81 dan 82 Undang-undang perlindungan anak di bawah umur,” tegas Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum.(agp/aim)