Saksi Kerjai Tim Reskrim Polres Malang

MALANG – Upaya Polres Malang menyelidiki kasus kecelakaan kerja di PT Ekamas Fortuna, yang menewaskan seorang karyawan outsourching CV Sekar Jaya Abadi, terkendala. Empat orang teman korban yang sedianya akan dimintai keterangan sebagai saksi, pada Senin (17/8) kemarin tidak kunjung datang, hingga malam. Padahal mereka sudah berjanji untuk datang memberikan keterangan.
“Rencana pemeriksaan memang hari ini (Senin kemarin, red). Tetapi mereka belum datang sampai sekarang. Kami akan menunggunya sampai malam, karena sebelumnya mereka sudah menyatakan kesiapan untuk hadir pada hari Senin,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Empat orang saksi tersebut, akan ditanya kronologis terjatuhnya Narko, 38 tahun, warga Dusun Bangsri, Desa Pamotan, Dampit dari ketinggian sekitar 40 meter, saat mengganti seng atap pabrik. Hal ini untuk mengetahui penyebab terjatuhnya korban. Sekaligus mengetahui apakah ada kelalaian dari pihak perusahaan.
“Kami masih terus melakukan penyelidikan. Teman-teman kerja korban, akan kami periksa untuk mengetahui apakah ada kelalaian dari pihak perusahaan. Termasuk apakah sudah sesuai prosedur dan SOP,” ujar Wahyu.
Untuk pihak perusahaan ? Mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini mengatakan, bahwa pihak perusahaan nantinya juga akan dimintai keterangan. Namun pemeriksaan dilakukan setelah penyidik meminta keterangan empat saksi teman korban.
Sementara itu, Ananda Pratikno, Humas PT Ekamas Fortuna, mengatakan bahwa korban Narko, adalah pekerja outsourching yang bekerja membetulkan atap gedung pabrik. Sehingga tanggungjawab keamanan adalah dipihak kedua yang bekerjasama dengan PT Ekamas Fortuna.
“Korban ini adalah pihak ketiga yang melakukan pembenahan atap gedung. Ia bekerja sebagai outsourching di pihak kedua (CV Sekar Jaya Abadi , red) yang bekerjasama dengan PT Ekamas Fortuna. Karena untuk kejadian ini, kami akan berkomunikasi dengan pihak kedua,” jelas Ananda.
Namun sebelumnya, sebelum melakukan pekerjaan, PT Ekamas Fortuna sudah mengingatkan kepada korban dan temannya tentang safety dan K3. “Kami sudah mengingatkan soal keselamatan dan keamanan. Namun kalau safety tidak digunakan, kami sama sekali tidak tahu,” paparnya.
Sekadar diketahui, Pabrik kertas PT Ekamas Fortuna di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, minta tumbal. Seorang karyawan outsourcing dari CV Sekar Jaya Abadi, Narko, 38 tahun, tewas Jumat (14/8) petang lalu. Warga Dusun Bangsri, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit tersebut terjatuh dari ketinggian sekitar 40 meter, saat mengganti seng atap pabrik.
Kasus kecelakaan kerja tersebut, langsung ditangani Unit Reskrim Polres Malang. Polisi langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian Narko. Termasuk untuk mengetahui apakah ada kelalaian dari pihak perusahaan.(agp)