Tujuh Orang Nyungsep Jurang Ngadas

NGADAS – Niatan Diana Tebay (24) dan Meliana Wadei (20) bersama lima temannya untuk liburan ke Gunung Bromo, berubah petaka. Kendaraan yang mereka tumpangi, Toyota Avanza, nyemplung jurang Ngadas, pagi kemarin (18/8). Meski nyawanya terselamatkan, Diana dan Meliana harus dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka.
Dari keterangan petugas, sekitar pukul 06.30 WIB, mobil Avanza matic bernopol N 1402 GG tersebut, turun dari jalan pegunungan Bromo. Mobil ditumpangi oleh tujuh orang, termasuk dua korban Meliana Wadei dan Diana Tebay. Mereka melewati area jurang di Jalan Dusun Jarakijo, Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo.
Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, SIK menyebut bahwa pengemudi mobil tak bisa berhenti di jalanan turun. “Dari pengakuan korban, rem kendaraan tiba-tiba blong dan tak berfungsi. Pengemudi tak bisa menguasai setirnya,” katanya, dikonfirmasi Malang Post, kemarin.
Begitu melewati area jurang Ngadas, mobil tersebut tak bisa melambat di turunan karena rem yang blong. Berdasarkan pengakuan korban, mobil hilang kendali dan meluncur langsung ke jurang sedalam 25 meter. Petugas langsung melakukan evakuasi korban yang terjebak di jurang Ngadas.
Tujuh orang tersebut bersimpangan dengan maut saat terjun bebas ke jurang. Namun, beruntung mereka selamat dari kecelakaan di jurang Ngadas. Menurut Wahyu, petugas telah mengevakuasi para korban dan kendaraan yang jatuh ke dalam jurang.
“Dua korban yang terluka di sekujur tubuhnya, sudah dirawat di RSSA,” papar mantan Kasat Reskrim Polres Tuban itu. Meliana Wadei dan Diana Tebay, sama-sama berasal dari Papua. Diana beralamat di Jalan Kelapa Dua 19, Kota Pouw Timika Papua.
Sedangkan, Diana berasal dari Jalan Bhayangkara. Terkait identitas lima korban lain, petugas masih terus mengembangkan kasus. “Identitas lima orang penumpang lain masih belum diketahui, masih dikembangkan sebab laka,” tutup perwira pertama dengan tiga balok di pundaknya itu.(fin/aim)