Kuasa “Pengacara” Pro Deo SAN Dicabut

MALANG – Keluarga SAN (20 tahun) mahasiswa Universitas Brawijaya, mencabut kuasa pengacara pro deo dari Kepolisian, kemarin. SAN sendiri, dikunjungi sejumlah pihak. Mulai dari Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Malang Ya’qud Ananda Gudban, hingga Ketua Bhayangkari Polres Malang Kota Liliana Silvia Rosa.
Sandy Iriawan, pengacara pro deo yang ditunjuk Kepolisian menegaskan hal itu kepada Malang Post. Sandy mengatakan jika selama dia mendampingi SAN kondisi psikologis mahasiswi Fakultas Teknologi Pertanian ini sangat terkoyak. “Dari cerita yang disampaikan dan saat saya melakukan pendampingan terlihat jika dia sangat terkoyak. Dia butuh bantuan, dia butuh dukungan,’’ urainya.
Sandy sendiri tidak bisa berbuat banyak. Itu karena sejak kemarin, keluarga SAN telah mencabut kuasanya untuk mendampingi SAN. Tidak dijelaskan alasan pencabutannya. “Siang tadi ada keluarga SAN yang datang ke sini, dan mencabut kuasanya ke saya. Saya tidak tahu alasannya,’’ katanya.
Apakah ada penasihat hukum lain yang menggantikan? Sandy mengaku tidak tahu. Jika melihat kondisi SAN, Sandy mengaku jika SAN wajib didampingi penasihat hukum.
“Semua proses sudah saya lalui, termasuk dengan proses rekonstruksi kemarin, sebetulnya saya ada, tapi mungkin media tidak tahu. Saya juga mengantar SAN visum Sabtu kemarin. Artinya, sebagai penasihat hukum, semua proses sudah saya ikuti tanpa terlewati satu pun,’’ tandasnya.
Alasan pencabutan kuasa Sandy, diketahui dari keluarga SAN. Pihak keluarga lebih memilih pengacara pro bono. Teguh Pramono, paman SAN menjelaskan, pihak keluarga sudah memutuskan kuasa hukum yang mendampingi perempuan asal Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu ini. Kuasa hukum yang ditunjuk tersebut adalah Dian Aminudin.
Pihak keluarga dan kuasa hukum juga segera melakukan penandatanganan kuasa. Rencananya penandatanganan tersebut bakal dilakukan di Polres Malang Kota  ini. ‘’Pihak keluarga sudah memutuskan pengacara yang mendampingi SAN,’’ tegas Teguh ketika dihubungi Malang Post, kemarin.
Dia menjelaskan, sesuai komitmen awal, pihak kuasa hukum memberikan penawaran untuk mendampingi SAN dalam menjalani perkara. Satu hal yang patut dicatat pengacara tersebut mendampingi SAN secara gratis dan atas kemauan dia sendiri..(ira/feb/ary)