CV Sekar Jaya Abadi Tak Kantongi SKP

MALANG POST – Kecelakaan kerja di PT Ekamas Fortuna, yang menewaskan seorang karyawan outsourcing CV Sekar Jaya Abadi, pada Jumat (14/8) terus didalami Polisi. Fakta terbaru, kemarin, Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Disnakertrans Kabupaten Malang, menyatakan CV itu tidak mengantongi Surat Keputusan Penunjukan (SKP).
“CV Sekar Jaya Abadi tidak berkompeten melakukan pekerjaan mengganti atap seng pabrik PT Ekamas Fortuna. Lantaran CV tersebut tidak memiliki SKP,” ujar Kasi Keselamatan Kerja, Disnakertrans Kabupaten Malang, Moch Chairully, kepada Malang Post, kemarin. Dijelaskannya, dalam hal ini CV tersebut jelas melanggar peraturan.
Lantaran perusahaan tersebut nekat melakukan pekerjaan, meski belum mengantongi SKP. Menurutnya, setiap perusahaan wajib mengantongi SKP dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans). Apalagi, perusahaan itu bergerak dalam bidang jasa memperbaiki atap pabrik yang harus menerapkan standart K3.
“PT Ekamas Fortuna sudah menyediakan peralatan keselamatan untuk mempermudah CV tersebut menjalankan aktivitasnya. Seharusnya, peralatan keselamatan semacam ini harus dimiliki CV Sekar Jaya Abadi dan seluruh perusahaan semacam ini ,” paparnya
Menurutnya, meski CV yang diketahui beralamat di Kota Malang itu bersalah dan tidak berkompeten, PT Ekamas Fortuna juga tidak boleh lepas dari tanggungjawab begitu saja. Disnaker mengimbau perusahaan produsen kertas ini menyantuni korban kecelakaan kerja. Karena kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan perusahaan.
“Sesuai aturan  UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, perusahaan wajib melindungi pekerja dan seluruh penghuni yang ada di suatu perusahan. Baik itu karyawan, tamu dan masyarakat umum, harus terlindungi,” terangnya.
Sedangkan pihaknya telah mendapatkan informasi, PT Eka Mas Fortuna bakal memberikan santunan terhadap keluarga korban. “Salah satu dari perusahaan itu, PT Ekamas Fortuna dan CV Sekar Jaya Abadi wajib menyantuni keluarga korban. Hal itu tergantung atas kesepakatan bersama antara kedua belah pihak,” tegasnya.
Menurut informasi yang berkembang, PT Ekamas Fortuna menyantuni korban, lantaran CV itu tidak mempunyai uang lebih. Sedangkan hasil penyelidikan sementara K3, penyebab kecelakaan kerja ini adalah human error. Meski human error, kata dia, CV Sekar Jaya Abadi wajib memperhatikan keselamatan karyawannya saat bekerja.
“Korban itu usai memperbaiki atap. Kemudian turun ke bawah. Saat turun itu, alat pengaman dilepaskan. Harusnya ini tidak terjadi,” ucapnya. Selanjutnya, dia mengimbau kepada seluruh perusahaan supaya teliti lagi. Terlebih perusahaan besar yang akan menggunakan perusahan outsourcing untuk mempermudah aktivitasnya.
Sementara itu, Satreskrim Polres Malang juga terus melakukan penyelidikan terkait kecelakaan kerja ini. Terakhir, kepolisian telah memintai keterangan dari empat saksi. Kata Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat, keterangan saksi itu bertujuan untuk mengetahui kejadian sebenarnya atas peristiwa maut tersebut.
“Selain itu, sebagai salah satu penyelidikan yang kami lakukan sekarang. Bertujuan untuk mengetahui apakah dua perusahaan tersebut, lalai dalam pekerjaan atau tidak mengindahkan K3,” terang Kasatreskrim Polres Malang.
PT Eka Mas Fortuna dan CV Sekar Jaya Abadi, nantinya akan dimintai keterangan. Sebagai informasi, kecelakaan kerja terjadi di pabrik kertas PT Ekamas Fortuna di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Jumat (14/8) malam yang lalu.
Seorang karyawan outsourcing dari CV Sekar Jaya Abadi, Narko, 38 tahun, tewas terjatuh dari ketinggian 40 meter, usai memperbaiki atap peabrik tersbeut. Kasus kecelakaan kerja tersebut, langsung ditangani Unit Reskrim Polres Malang dan K3 Disnkaertran Kabupaten Malang. (big/ary)