Polisi Pilih Rekonstruksi Abdullah di Mapolres

MALANG – Penyidik Reskrim Polres Malang, segera melakukan rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan Abdullah Lutfianto, terhadap anak dan istrinya. Rekonstruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara pembunuhan. Termasuk mencocokkan keterangan tersangka dengan fakta kejadian yang sebenarnya, serta hasil olah TKP yang dilakukan sebelumnya.
“Secepatnya rekonstruksi pembunuhan akan kami lakukan. Ini untuk segera melengkapi berkasnya. Selain itu, kami juga ingin mengetahui peristiwa pembunuhan sebenarnya. Sebab saksi mata pembunuhan tersebut, adalah tersangka Abdullah,” ungkap Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum.
Namun rencana rekonstruksi pembunuhan tersebut, masih menunggu kondisi Abdullah sehat. Sejak pulang dari perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, Abdullah masih belum bisa berjalan.
“Kami masih menunggu kondisinya sehat dulu. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan kuasa hukumnya. Jika memang kondisinya memungkinkan, maka Abdullah akan segera menjalani rekontruksi pembunuhan,” jelas Sutiyo
Untuk lokasi rekontruksi?, Kanit Idik IV Reskrim Polres Malang ini mengatakan rekonstruksi akan dilakukan di Polres Malang. Hal ini untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Karena jika dilakukan di lokasi pembunuhan (rumah Abdullah, red), dikhawatirkan ada upaya balas dendam dari keluarga dan warga sekitar.
“Kami tidak mau mengambil risiko. Rekonstruksi akan kami lakukan di Polres Malang saja. Karena jika dilakukan di lokasi, khawatir kondisi tidak kondusif dan khawatir ada upaya balas dendam pihak keluarga,” tuturnya.
Sekadar diketahui, pembunuhan sadis Selasa (4/8) dini hari lalu menggemparkan warga Desa Argosari, Kecamatan Jabung. Abdullah Lutfianto, tega menghabisi nyawa istri Wiwik Halimah, 48 tahun dan anak bungsunya, Putri Saru Devi, 16 tahun. Kedua korban dihabisi dengan menggunakan senjata tajam jenis pancor.
Setelah dipastikan meninggal dengan sejumlah luka di sekujur tubuh, kedua korban lalu dibakar. Sementara tersangka usai membunuh mencoba bunuh diri dengan minum bensin, obat asma serta cairan pembersih lantai. Aksi pembunuhan tersebut, karena tersangka Abdullah sakit hati dan jengkel, lantaran diusir dari rumah dan akan diceraikan oleh istrinya.(agp/aim)