Gama Beli Obat Bius di Sex Shop Perak

Tersangka Anin ketika dikunjungi anggota dewan Kota Malang

Kejahatan Seksual Gama San
MALANG – Tim penyidik Polres Malang Kota bekerja ekstra keras mengungkap kejahatan seksual Gama dan SAN. Dari pemeriksaan terakhir, Gama sudah mengakui cairan bius dibeli dari sex shop di Perak Surabaya. Hal itu ditegaskan Polores Malang Kota AKP Adam Purbantoro, kemarin.
Nah, untuk memperkuat pengakuan tersangka,petugas juga mengirimkan cairan yang digunakan membius korban ke Labfor Cabang Polda Jatim. Cairan tersebut alat bukti penting, karena digunakan tersangka sebagai sarana menghilangkan kesadaran korban.
Sampai saat ini memang belum diketahui, kandungan dalam cairan tersebut. Itu karena, cairan tersebut hanya ada dalam botol, tanpa dilihatkan keterangan apa pun dibagian luarnya.
“Kalau jenis atau kandungannya kita menunggu dari hasil Labfor,’’ katanya.
Ada yang menyebutkan, cairan itu adalah Chloroform yang kerap digunakan dokter untuk menghilangkan kesadaran pasien saat hendak dilakukan tindakan operasi. Kasat sendiri enggan berandai-andai. Dan memilih untuk menunggu hasil dari Labfor.
Bukan hanya cairan, penyidik juga mengirimkan tablet milik Gama ke Polda Jatim. Dikirimkannya tablet tersebut seiring dengan ditemukannya foto-foto wanita bugil di tablet tersebut.
“Foto-foto tersebut akan dicek metadatanya. Foto itu diambil kapan, jam berapa, diambil menggunakan kamera apa, semuanya nanti akan terlihat. Dengan metadata tersebut, maka tidak bisa lagi pihak tersangka mengelak asal muasal foto ini,’’ katanya.
Adam mengaku, sempat mendengar pihak Gama mengelak, tentang foto tersebut. Dan hal ini tidak menjadikan masalah. Bahkan, dengan mengelaknya pihak Gama ini pihak penyidik justru lebih bersemangat. Termasuk menemukan seorang wanita yang fotonya ditemukan telanjang dalam tablet tersebut.
“Kita lihat saja, hasilnya nanti. Yang jelas, akan akan segera memanggil wanita yang fotonya telanjang itu untuk dijadikan sebagai saksi, dan itu menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara,” ujarnya.
Sementara untuk pemeriksaan lainnya, Kasat juga mengatakan masih menunggu hasil dari pihak psikolog. Sejauh ini menurut Adam, dua psikolog yang ditunjuk terlibat dalam penyidikan ini memang belum memberikan keterangan apa pun. Itu karena pemeriksaan yang dilakukan mereka baru sebatas pendekatan.
“Untuk hasil psikologinya belum ada. Kami juga menunggu. Yang pasti, semua hal berkaitan dengan kasus ini akan kami lampirkan, sehingga itu menjadi pertimbangan hakim dalam melakukan penilaian,’’ tandasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya setelah mencabut kuasa hukum SAN yang ditunjuk Polres Malang Kota, pihak keluarga akhirnya resmi menunjuk kuasa hukum baru berjumlah tiga orang. Upaya pihak keluarga ini dilakukan semata-mata untuk mengembalikan persoalan ini untuk duduk persoalannya, tanpa ada fakta yang diputar balik.
Setelah menandatangani berkas dengan kepolisian, kuasa hukum SAN yang beranggotakan Dian Aminudin SH, Anjar Nawan SH dan Nico Sesar SH ini langsung menunjukan kesaksian SAN yang menyatakan bahwa selama ini tindakan SAN dilakukan karena ada unsur pemaksaan. Ada gelagat kalau mereka tahu ada upaya untuk melimpahkan semua kesalahan ke SAN.(ira/ary)