Hindari Amuk Warga, Rekonstruksi di Mapolres

Kondisi Pelaku Pembunuhan Istri dan Anak Masih Lemah  
MALANG – Penyidik Reskrim Polres Malang segera melakukan rekonstruksi pembunuhan sadis yang dilakukan Abdullah Lutfianto, terhadap anak dan istrinya. Rencananya rekonstruksi  pada pekan depan. Penyidik masih menunggu kondisi pria berusia 54 tahun tersebut benar-benar pulih.
“Kalau tidak ada halangan, minggu depan kami akan melakukan rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan oleh Abdullah. Saat ini, kami masih menunggu perkembangan kondisinya. Meskipun sudah pulih, tetapi kondisi fisiknya masih lemah,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas perkara pembunuhan yang dilakukan Abdullah. Sekaligus untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan fakta kejadian yang sebenarnya. Termasuk menyamakan hasil olah TKP yang dilakukan sebelumnya.
“Setelah rekonstruksi nantinya selesai, kami akan segera mengebut berkas pembunuhannya, untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen. Rekonstruksi juga untuk mengetahui jalannya kronologis pembunuhan sebenarnya,” ujar Wahyu.
Sepulang dari perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, kondisi Abdullah memang belum seratus persen pulih. Stamina fisiknya masih lemah. Abdullah masih terus terbaring  dan belum bisa berdiri tegak. Untuk berjalan ke kamar mandi saja, Abdullah harus dipapah oleh petugas.
“Kami menunggu kondisinya sehat dulu. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan kuasa hukumnya. Jika memang kondisinya memungkinkan, maka Abdullah akan segera menjalani rekonstruksi pembunuhan,” jelasnya.
Mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini mengatakan, rekonstruksi akan dilakukan di Polres Malang. Hal ini untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Karena jika dilakukan di lokasi pembunuhan (rumah Abdullah, red), dikhawatirkan ada upaya balas dendam dari keluarga dan warga sekitar.
“Kami tidak mau mengambil risiko. Rekonstruksi akan kami lakukan di Polres Malang saja. Karena jika dilakukan di lokasi, kawatir  kondisi tidak kondusif   karena kawatir  ada upaya balas dendam pihak keluarga,” tuturnya.
Apakah ada pemeriksaan tambahan ? Wahyu menjelaskan, bahwa pemeriksaan saksi-saksi dan tersangka sudah selesai. Saat ini, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan oleh petugas psikolog dari Polda Jatim  untuk mengetahui kondisi kejiwaan Abdullah.
Sekadar diketahui, pembunuhan sadis Selasa (4/8) lalu  dini hari lalu menggemparkan warga Desa Argosari, Kecamatan Jabung. Abdullah Lutfianto, tega menghabisi nyawa istrinya,  Wiwik Halimah, 48 tahun dan anak bungsunya, Putri Saru Devi, 16 tahun. Kedua korban dihabisi dengan menggunakan senjata tajam jenis pancor.
Setelah dipastikan meninggal dengan sejumlah luka di sekujur tubuh, kedua korban lalu dibakar. Sementara tersangka usai membunuh mencoba bunuh diri dengan minum bensin, obat asma serta cairan pembersih lantai. Aksi pembunuhan tersebut, karena tersangka Abdullah sakit hati dan jengkel, lantaran diusir dari rumah dan akan diceraikan oleh istrinya.(agp/van)