Sony Center Dibobol,Kerugian Puluhan Juta

MALANG – Sony Authorized Service Center, berada di komplek ruko Sarangan, Kota Malang dibobol maling. Pelaku yang diduga beraksi seorang diri, berhasil membawa kabur satu unit kamera DSLR merek Nikon  dan uang Rp 9.7 juta, dalam laci.  Kasus pencurian yang mengakibatkan kerugian puluhan juta rupiah ini sendiri kemarin langsung dilaporkan ke Polres Malang Kota.
 “Begitu mendapat laporan kami langsung mendatangi TKP. Dan saat ini masih dilakukan penyelidikan,’’ terang Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Adam Purbantoro, yang kemarin memimpin langsung proses olah TKP.
Informasi  dihimpun menyebutkan, pencurian ini kali pertama diketahui oleh Hartadi, 44  tahun, warga Desa Sumberpasir, Pakis Kabupaten Malang, karyawan di outlet tersebut. Kemarin, sekitar pukul 08.15 WIB, seperti biasa Hartadi membuka outlet. Saat itu dia sama sekali tidak curiga. Itu karena kondisi pintu outlet masih tertutup rapat.
Tapi begitu, Hartadi kaget saat pintu outlet terbuka. Kondisi outlet yang sebelumnya rapi, menjadi berantakan. Dua kaca etalase terbuka, dan isinya semrawut. Saat itu, Hartadi juga melihat dua lensa kamera berada di meja yang berada di samping etalase.
“Kemarin (hari Jumat,red) kami tutup pukul 17.00. saat itu kondisi etalase tertata rapi dan terkunci. Termasuk lensa kamera itu juga berada di dalam etalase,’’ katanya kemarin.
Hartadi makin syok saat melihat laci meja outlet juga terbuka. Saat itu juga dia mengecek isi laci, dan ternyata uang yang ada di dalamnya sudah amblas.
“Uang yang hilang adalah uang hasil penjualan produk, dan service hari Jumat,’’ katanya.
Kendati ini bukan kali pertama terjadi, kepada Malang Post  Hartadi mengaku sangat syok. Itu karena ada barang yang hilang di outletnya.
Yang menarik, menurut Hartadi sekalipun kondisi ruangan outletnya berantakan, tapi tidak ada kerusakan ditemukan. Seperti pintu etalase, kondisinya mulus, dan laci outlet juga mulus.
“Tadi saat lapor saya meminta penyelidikan dengan mendatangkan anjing pelacak,’’ katanya. Kedatangan anjing pelacak tersebut diharapkan mampu mengendus jejak pelaku.
Tapi sayang, harapan tersebut sia-sia. Anjing pelacak yang datang tak bisa mengendus jejak pelaku, lantaran kondisi TKP sudah rusak.
Hartadi juga mengatakan, jika pelaku diduga masuk ke outlet melalui atap. Dugaan itu dikuatkan dengan lubangnya genting serta kotak kontrol plafon terbuka. Bukan itu saja, di bagian kotak kontrol itu juga terdapat jejak kaki, yang diduga merupakan jejak kaki pelaku
Menurut Hartadi, outlet ini sudah dilengkapi CCTV. Tapi sayang, aksi pelaku ini sama sekali tidak terekam. Diduga, pelaku mematikan rekaman CCTV, sebelum dia beraksi.
“Di rekaman tadi sempat terekam ada orang masuk, tapi gambarnya tidak jelas, hanya terlihat rambutnya saja. Sekarang rekamannya dibawa ke Polres Malang Kota untuk dilakukan penyelidikan,’’ tambahnya.
Apakah ada yang dicurigai dalam kasus ini? Hartadi langsung menggelengkan kepala. Namun begitu dia sempat menyebutkan jika sebelum peristiwa terjadi ada tukang lembur di area ruko tersebut.  “Kami menyerahkan semuanya ke pihak kepolisian, dan kami menunggu hasilnya,’’ tandasnya.(ira)