Perampok Sadis Tuban Tertangkap di Surabaya

TUBAN -  Pemburuan yang dilakukan anggota Sat Reskrim Polres Tuban terhadap pelaku perampokan sadis yang tega membunuh korbannya, Kastuni (55), seorang janda pemilik warung asal Desa Ngadipuro, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban membuahkan hasil, Minggu (23/8/2015).
Anggota Sat Reskrim Polres Tuban berhasil menangkap LA Febry Archam (20), pemuda asal Desa Patihan, Kecamatan Widang, Tuban. Pemuda pengguguran itu menjadi pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap Kastuni, yang tak lain adalah tetangga desanya.
Data yang dihimpun, otak pelaku perampokan sadis di rumah janda tersebut berhasil ditangkap oleh anggota Buser Polres Tuban. Petugas melakukan pengejaran terhadap pelaku yang membunuh Kastuni tersebut selama lebih dari tiga minggu setelah peristiwa pembunuhan. "Alhamdulillah atas kerja keras anggota kami, pelaku pembunuhan terhadap Kastuni berhasil kita tangkap. Pelaku kita tangkap saat berada di Surabaya," terang AKBP Guruh Arif Darmawan, Kapolres Tuban.
Dalam penangkapan itu, petugas kepolisian harus menembak pelaku perampokan sadis yang nekad membunuh korbannya. Menurut Kapolres pelaku itu ditembak karena berusaha melakukan perlawanan terhadap petugas yang melakukan penangkapan.
"Pelaku berusaha melawan anggota sehingga terpaksa kita lumpuhkan. Selama menjadi buronan, pelaku ini sempat ke Bandung dan kemudian kembali ke Surabaya," ujarnya.
Sebelum berhasil perlakukan penangkapan terhadap eksekutor pembunuhan jada pemilik warung itu, petugas telah terlebih dahulu menangkap FJ, yang masih anak-anak dan berperan sebagai mata-mata saat Febry merampok di rumah itu. Selain itu penadah yang bertugas menjual barang hasil curian juga telah ditangkap.
"Untuk satu pelaku sengaja kita tidak hadirkan karena masih anak-anak, namun untuk kasus perkaranya terus lanjut. Kita masih melakukan pengembangan atas kasus ini," pungkasnya.
Sementara itu, kasus pembunuhan dan perampokan yang menimpa Kastuni (55), janda warga Desa Ngadipuro, Kecamatan Widang, Tuban terjadi pada 27 Juli 2015. Dalam kejadian itu, Febry yang menjadi eksekutor pembunuhan janda itu berhasil mengambil perhiasan emas milik korban. (bj/has/udi)