Jualan Mainan, Pedofil Incar Siswa SD

Tersangka Mahmudi, ketika diinterogasi oleh Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.

MALANG – Waspada dengan penjual makanan atau mainan yang biasa berjualan ke sekolah. Bisa jadi, aktivitas berjualan di depan sekolah hanya sebagai kedok untuk menjaring anak-anak memuaskan nafsu bejatnya. Seperti yang dilakukan 43 tahun, warga Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, penjual mainan itu tega mencabuli sekitar lima siswa SD di beberapa sekolah yang berbeda.
Perbuatan cabul itu sudah dilakukan beberapa kali oleh tersangka. Korbannya siswa kelas IV dan V di salah satu SD Negeri di Desa Gading, Kecamatan Bululawang. Masing-masing korbannya berinisial RM, KK, NO, JAN serta SAA.
Selain di SD Negeri tersebut, tersangka juga mencabuli siswa di SD dan MI lainnya di Kecamatan Bululawang. Terakhir ia melakukan pencabulan pada 22 Agustus lalu. Modusnya, ketika korban membeli mainan, tangan tersangka langsung merangkul, kemudian (maaf) meremas payu dara korban. Kejadian itu, dilakukan hingga berulang kali.
“Saya hanya merangkul saja, tidak melakukan apa-apa. Saya suka dengan anak-anak, karena sejak lima tahun lalu bercerai dengan istri,” tutur tersangka Mahmudi, usai di periksa di Mapolres Malang.
Perbuatan bejat tersangka terungkap dari pengaduan salah satu korban kepada orangtuanya. Dari pengaduan itu, orangtua korban langsung mengadu ke pihak sekolah. Untuk membuktikan kebenarannya pihak sekolah memanggil penjual mainan tersebut untuk dilakukan kroschek.
Awalnya memang sempat menolak, namun setelah dipertemukan dengan korban, tersangka baru mengakui. Berdasarkan pengakuan itulah, pihak sekolah langsung melaporkannya ke Polres Malang, hingga tersangka berhasil ditangkap. Tersangka dijerat pasal 82 jo paspal 37 huruf e, Undang-undang nomor 35 tahun 2014, atas perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya adalah 15 tahun kurungan penjara.
“Kelima korban sudah kami mintai keterangan, memang mengaku telah dicabuli oleh tersangka. Begitu juga dengan tersangka, yang mengakui perbuatannya. Bahkan, tidak hanya di satu sekolah, tersangka juga mengaku mencabuli siswa di sekolah lain, yang kini masih kami kembangkan,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat. (agp/aim)