15 Orang Keracunan Gas Amoniak

MALANG – Sedikitnya 13 karyawan PT Bumi Menara Internusa (BMI) cabang Dampit, di Jalan Pahlawan, Kelurahan/Kecamatan Dampit, serta dua orang warga sekitar, pagi kemarin klenger. Mereka harus dilarikan ke klinik terdekat, setelah menghirup gas amoniak akibat salah satu pipa di dalam pabrik bocor.
Beruntung, 15 orang korban yang sempat klenger ini, tidak sampai mengalami sakit parah. Setelah menjalani perawatan di klinik, mereka sudah diperbolehkan pulang. Bahkan 13 karyawan kembali melanjutkan pekerjaan.
“Tidak sampai ada korban jiwa. Semuanya sudah kembali normal, dan karyawan kembali bekerja. Saat ini, pabrik kembali melakukan produksi normal seperti biasanya,” terang Kapolsek Dampit, AKP Yatmo.
Para korban yang sempat mengalami klenger adalah Lis Idah, warga Sumbertangkil Dampit, Tutik Wijayanti dan Dwi Mulyati warga Gunung Jati Kel Dampit, Uswaratun, warga Polaman Dampit, Isnaini, warga Juwok, Pamotan Dampit, Solihah, warga Lambangsari, Majangtengah Dampit, Adelia, warga Sumbertangkep Dampit, Farida, warga Gunung Jati Dampit, Siti, warga Kepatihan Dampit, Suliani, warga Dawuhan, Pamotan Dampit, Dyah, warga Majang Tengah Dampit, Winarti, warga Sumbertangkep Dampit, Wiwik, warga Sumbermanjing Wetan.
Dua warga yang turut menjadi korban, yakni Asbanten, 50 tahun warga jalan Pahlawan Dampit serta seorang balita, Ivo, 3 tahun warga setempat. “Dua warga ini juga sudah pulang kembali ke rumahnya,” tuturnya.
Menurutnya, kepanikan ini terjadi sekitar pukul 08.30. Pipa gas amoniak yang bocor terjadi di ruang III. Kebocoran terjadi saat proses penggantian instalasi gas amoniak dan mesin kompresor. Saat pengantian itu, tanpa sebab yang jelas tiba-tiba pipa bocor. Gas amoniak langsung menyebar ke seluruh ruangan dan langsung dihirup oleh karyawan. Korban mengalami mual dan muntah-muntah.
“Perbaikan dilakukan sejak tiga bulan lalu. Setelah kejadian pipa langsung diperbaiki, dan disemprot dengan obat penormal. Sehingga setelah kembali normal, ruangan bisa ditempati lagi,” ujarnya sembari mengatakan bahwa, pihaknya telah meminta keterangan beberapa saksi, termasuk petugas teknisi.
Kebocoran gas amoniak di pabrik itu sudah kali beberapa terjadi di tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2005, 2009, 2011. (agp/aim)