Jelang Pesta SS Ketiga,Keburu Ditangkap

Tiga tersangka kasus narkotika  saat gelar perkara di Polres Malang Kota

MALANG – Perang melawan narkoba terus diserukan anggota reskoba Polres Malang Kota. Terbukti, petugas berhasil menangkap satu persatu pelakunya. Kali ini, petugas berhasil menangkap tiga orang sekaligus, yakni Romadhon alias Madon, 25 tahun, Sunahwan, 40 tahun, warga keduanya warga Jalan Permadi Kelurahan Polehan, Blimbing,  dan Mochammad Sholeh alias Cak Mat, 25 tahun, warga Jalan Muhargo Gg VB.
Dari ketiga tersangka ini petugas mengamankan barang bukti, satu bungkus sabu-sabu seberat 0.18 gram, satu botol permen berisi dua pipet yang terdapat sisa sabu-sabu, dan satu potongan sedotan yang terdapat sisa sabu-sabu, dan dua HP.
 “Para tersangka ini ditangkap  beberapa waktu lalu.  Namun karena kepentingan penyidikan, baru sekarang bisa dirilis,’’ kata Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni saat  gelar perkara kemarin.
Dipaparkan bahwa   menyebutkan kali pertama ditangkap adalah Madon. Dia ditangkap petugas di Jalan Raya Bringin, Kelurahan Bandungrejosari, Sukun. Mulanya, , petugas mendapat informasi jika Madon baru saja membeli sabu-sabu.  Informasi tersebut langsung ditindak lanjuti petugas. Mencari keberadaan Madon, petugas pun melakukan penyelidikan.“Saat itu informasi menyebutkan jika Madon sedang berada di Jalan Beringin. Anggota reskoba langsung memburu dan menangkapnya,’’ katanya.
Saat ditangkap, Madon memang sempat mengelak, dan mengatakan jika dia tidak membawa sabu-sabu. Tapi begitu, dia pun menyerah saat petugas menemukan sabu-sabu berikut barang bukti lainnya. “sabu-sabu ditemukan di saku celana bagian depan sebelah kanan,’’ tambahnya.
Malam itu juga Madon digelendang ke Mapolres Malang Kota. Dalam perjalanan, kepada petugas Madon mengaku jika SS tersebut diperoleh dari Mochammad Sholeh alias Cak Mat. Dia membeli SS tersebut seharga Rp 200 ribu.
Tanpa banyak kata, petugas pun memburu dan menangkap Sholeh di rumahnya. Sama seperti Madon, Sholeh juga berterus terang terkait asal muasal barang haram tersebut. Kepada petugas, Sholeh menyebut nama Sunahwan, 40 tahun, tak lain sepupu Madon sebagai pemasok SS kepadanya. Mendapat nama tersebut, petugas pun langsung bergerak dengan mendatangi rumah Sunahwan dan menangkapnya.
Berbeda dengan Madon dan Sholeh, Sunahwan justru tertutup soal SS tersebut. Kepada petugas dia hanya mengatakan jika SS itu dibeli dari EN, warga Malang. SS tersebut dibeli dengan harga Rp 200 ribu. “Tersangka Sunahwan tidak mengambil untung dalam transaksi, hanya saja dia mencicipi barang tersebut,’’ tambah Nunung.
Sementara Madon sendiri kepada petugas mengatakan jika malam itu rencananya akan menggelar pesta di rumah kontrakan temannya. Dia membawa SS, agar pestanya semakin meriah. Tapi begitu, karena lebih dulu ditangkap, Madon pun urung menggelar pesta. “Saya sudah dua kali menggelar pesta SS di rumah kontrakan teman saya itu. Kemarin mau pesta ketiga kali, tapi belum pesta keburu ditangkap,’’ tandasnya.(ira/nug)