Terbakar Hebat dan Meledak

Para petugas PMK dibantu warga berusaha memadamkan api yang melahap Toko Bangunan Sinar Agung di Lawang, kemarin.

Toko di Lawang Merugi Rp 3 Miliar
LAWANG–Kebakaran hebat melanda Toko Bangunan Sinar Agung di Jalan Doktor Sutomo, Nomor 66, Kecamatan Lawang kemarin. Kebakaran yang terjadi selama 4,5 jam itu, merugikan Sinar Agung mencapai lebih dari Rp 3 miliar. Musibah itu menyebabkan jalan raya Malang-Surabaya itu macet total sepanjang lima kilometer.  
Seluruh bahan bangunan dan perlengkapannya yang ada di dalam toko ludes dilahap si jago merah yang mengamuk. Diantaranya seperti cat, semen, tinner, daun pintu, kusen, asbes dan triplek ludes terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Menurut keterangan pemilik Toko Bangunan Sinar Agung Lawang, Hardi Urip kebakaran itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, toko sudah buka dan disibukkan melayani pembeli.
“Api berasal dari tumpukan tinner yang berdekatan dengan stop kontak. Jadi, kemungkinan penyebab kebakaran, ya korsleting listrik,” ujarnya kemarin.
Dijelaskannya, sebelum terbakar sempat terjadi sedikit suara ledakan di tumpukan kaleng tinner tersebut. Kemudian api semakin membesar dan cepat merambat ke seluruh bangunan.
“Sebetulnya karyawan saya sudah mengetahui dan mencoba melakukan pemadaman. Tapi, apinya semakin membesar,” katanya kepada wartawan.
Mengetahui api tak bisa dikendalikan, dia pun bersama seluruh karyawannya berhamburan keluar dan menyelamatkan diri. Benar saja, api semakin membesar dan menghanguskan seluruh bahan bangunan yang ada di tempat tersebut. Terlebih mayoritas bahan bangunan yang ada di tempat itu, terdapat unsur kimia dan mudah terbakar.
“Saya sempat dibantu oleh warga sekitar untuk mencoba melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Namun, tidak membuahkan hasil apa-apa,” keluhnya.
Peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Lawang dan diteruskan ke PMK Kabupaten Malang. Seketika itu juga, tiga unit mobil PMK meluncur ke lokasi kejadian.
Namun, usaha yang dilakukan itu sia-sia. Api menunjukkan keperkasaanya melahap seluruh bangunan beserta isinya. Meski petugas mencoba menyemprotkan air, si jago merah sulit dipadamkan. Lantaran kewalahan, petugas meminta bantuan satu unit mobil PMK milik Bentoel.
Warga yang berada di dekat lokasi kejadian itu, terpaksa mengeluarkan barang-barang mereka. Lantaran mereka khawatir api merambat ke rumah mereka. Sedangkan untuk mempermudah pemadaman, arus listrik terpaksa dimatikan.
Hingga pukul 11.30 WIB, api tidak kunjung padam juga. Satu unit Mobil PMK terpaksa mengambil air sebanyak lima kali untuk memadamkan api tersebut. Kepolisian pun menutup jalur ke arah Malang, untuk mempermudah penanganan. Sedangkan kendaraan dari arah Surabaya, terpaksa dialihkan.
“Akibat kejadian ini, lalu lintas Malang-Surabaya terpaksa macet sepanjang lima kilometer,” ujar Kanit Lantas, Polsek Lawang, AKP Triwik kepada Malang Post.
Lanjut dia, memasuki pukul 12.00 WIB, api belum kunjung padam. Baru pada pukul 02.00 WIB, api mulai dapat dijinakan oleh petugas PMK dibantu masyarakat sekitar.
“Setelah proses pemadaman selesai, jalur yang sebelumnya kami tutup, dibuka kembali,” tuturnya. Namun, arus lalu lintas diakuinya masih padat merayap, akibat kebakaran itu. Sore hari, arus kembali lancar.(big/ary)